Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Erupsi Gunung Agung, Masyarakat di Lereng Gunung Dilatih Siaga

Donny Tabelak • Senin, 31 Oktober 2022 | 18:45 WIB
Masyarakat di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu saat diberi pelatihan tanggap becana erupsi oleh BPBD dan BNPB, Sabtu (29/10) lalu. (ist)
Masyarakat di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu saat diberi pelatihan tanggap becana erupsi oleh BPBD dan BNPB, Sabtu (29/10) lalu. (ist)
AMLAPURA- Erupsi Gunung Agung pada Tahun 2017-2018 lalu menjadi pengalaman berharga dalam kesiagaan bencana bagi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung. Untuk meningkatkan kewaspadaan, masyarakat lereng gunung dilatih siaga saat menghadapi ancaman erupsi.

Sabtu lalu (29/10), BPBD yang bekerjasama dengan BNPB menggelar Gladi Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunung Api, yang dilaksanakan di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. “Kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kesadaran menghadapi erupsi,” kata Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.

Melalui simulasi ini, diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih sigap tanggap sehingga aman bila bencana terjadi. “Nantinya kalau terjadi erupsi Gunung Agung, kapan waktunya kita tidak tau, karena sudah menjadi kehendak alam, masyarakat sudah siap, tidak panik dan sigap," terang Artha Dipa.

Sementara itu, Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi menyampaikan, kegiatan gladi ini juga melibatkan unsur relawan dari Desa Besakih. Dia menambahkan, gladi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk mengenali akan tanda-tanda terjadinya bencana erupsi. “Bisa sebagai peringatan dini kepada masyarakat untuk mengambil langkah penyelamatan diri dan evakuasi keluarga secara mandiri ke lokasi yang aman,” tuturnya.

Ketika masyarakat siaga dan sadar akan ancaman bencana sejak dini, lanjutnya, bisa mengurangi risiko bahaya dan jatuhnya korban jiwa saat terjadi erupsi. “Ketika sudah terbangun kesadaran, masyarakat tahu apa yang dilakukan,” tandasnya. (zul) Editor : Donny Tabelak
#erupsi #besakih #gunung agung #BNPB #Tanggap bencana #desa ban #Kubu #bpbd