Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tumpek Landep, Belasan Keris Pusaka Puri Agung Karangasem Dipasupati

Donny Tabelak • Minggu, 6 November 2022 | 03:15 WIB
Belasan keris pusaka milik Puri Agung Karangasem yang dipasupati pada perayaan Tumpek Landep pada Sabtu (5/11). (ist)
Belasan keris pusaka milik Puri Agung Karangasem yang dipasupati pada perayaan Tumpek Landep pada Sabtu (5/11). (ist)
AMLAPURA- Bertepatan peringatan upacara Tumpek Landep yang jatuh pada Sabtu (5/11), belasan keris pusaka di Puri Angung Karangasem dipasupati atau menjalani ritual pasupati. Hal itu dilakukan untuk menjaga benda pusaka peninggalan tetap memiliki kekuatan magis.

Manggala Puri Agung Karangasem,  Anak Agung Bagus Partha Wijaya mengungkapkan, ada sebelas keris pusaka yang dipasupati pada perayaan Tumpek Landep. Sebelas pusaka tersebut memiliki nama di antaranya, Keris I Baru Upas, Keris I Benawangnala, Keris I Sekar Gadung, Keris I Mumbul, Keris I Segara Winotan, Keris I Jagasatru, Keris I Selingsing, Keris I Baru Leak, Keris I Rengit, Keris I Bajurante dan Keris I Kala Rahu. “Bertepatan dengan hari raya upacara tumpek landep, keris tersebut dilakukan ritual pasupati atau diwangsuh,” ujarnya

Dari sebelas keris pusaka itu, sebut dia, terdapat satu keris yang paling utama yaitu Keris I Barus Upas. Keris ini dipegang oleh Penglingsir Puri Agung Karangasem, Prof. Ida A.A Gde Putra Agung. Keris ini memiliki kekuatan magis yang lebih menonjol di antara keris-keris lainnya.

“Untuk keris I Barus Upas ini bawaan raja terakhir Karangasem yang bernama Ki Baru upas, karena pegangan raja sehingga diyakini memiliki taksu lebih dari pada yang lainnya,” sebutnya.

Dari sebelas keris itu, Partha Wijaya menambahkan, sepuluh keris pejenengan dibagikan merata kepada 10 putra raja saat itu. “Upacara tumpek landep dengan melakukan pasupati pusaka rutin dilakukan setiap enam bulan sekali. Ini wujud memohon keselamatan kepada Tuhan yang alam manifestasinya sebagai Hyang Pasupati,” tandasnya. (zul) Editor : Donny Tabelak
#Tumpek Landep #benda pusaka #magis #Puri Agung Karangasem #keris pusaka