Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PDAM Mau Naikkan Tarif, Di Desa Tangkup Sidemen 4 Bulan Air Malah Tak Ngalir

M.Ridwan • Sabtu, 14 Januari 2023 | 06:00 WIB
TAK SESUAI: Salah seorang warga asal Banjar Dinas Tangkup Anyar, Desa Tangkup Kecamatan Sidemen saat mencari air di salah satu sumber air di desa tersebut akibat air PDAM mati sejak empat bulan lalu.
TAK SESUAI: Salah seorang warga asal Banjar Dinas Tangkup Anyar, Desa Tangkup Kecamatan Sidemen saat mencari air di salah satu sumber air di desa tersebut akibat air PDAM mati sejak empat bulan lalu.
AMLAPURA,radarbali.id - Di tengah rencana kenaikan tarif air oleh PDAM Tirta Tohlangkir, berbagai permasalahan distribusi air bersih ke warga masih jauh panggang dari api. Sejumlah pelanggan PDAM masih mengeluhkan distribusi air yang bermasalah. Seperti yang terjadi di Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen. Di sana empat bulan, air tak mengalir.

Bahkan salah seorang Banjar Dinas Tangkup Anyar, Desa Tangkup menyampaikan keluhannya melalui video yang diunggah melalui media sosial facebook. Dalam video itu tampak salah seorang pria sedang menunggu antrean mencari air bersih dengan menggunakan jeriken di salah satu sumber air di desa tersebut. Dalam video itu dia memohon kepada Bupati Karangasem untuk segera mengatasi kondisi macetnya distribusi air dari PDAM yang sudah empat bulan tak mengalir. “Sudah empat bulan kami tidak merasakan air PAM. Terpaksa kami mencari air di sumber terdekat dengan medan yang lumayan sulit. Mohon atensinya agar kami bisa mendapat air bersih dari PAM,” ucapnya dalam video berdurasi 29 detik itu.

Terkait keluhan warga di Desa Tangkup, Perbekel Desa Tangkup, I Gede Sukardinata membenarkan kondisi di desanya sejak empat bulan belakangan yang mengalami kesulitan air. “Ya benar. Itu terjadi di seluruh Desa Tangkup. Warga mengeluh karena air PDAM mati sejak empat bulan ini,” tuturnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon Jumat (13/1).

Terkait keluhan warganya itu. Pihaknya pun telah menyampaikan ke pihak PDAM melalui lisan. Jawaban yang didapat, petugas beralasan terjadi kerusakan pada panel yang ada di sumber air milik PDAM itu akibat tergerus banjir. “Katanya dalam tahap perbaikan. Jadi sementara distribusi air digilir perbanjar,” kata Sukardinata.

Namun diakui, distribusi air tidak merata. Kalaupun air mengalir. Itu pun sangat kecil. Air mengalir di beberapa banjar digilir antara siang dan malam hari. “Tidak normal. Kecil sekali. Ketika ada pekerjaan rumah atau galungan dan kuningan seperti saat ini banyak yang membutuhkan air. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak,” imbuhnya.

Diakuinya, di desanya tersebut cukup banyak terdapat sumber air. Namun debitnya sangat kecil dengan medan yang cukup sulit. “Jadi kami bergantung penuh pada air PDAM. Kalau untuk mencukupi semua tidak bisa. Itu keluhan warga kami,” tambah Sukardinata.

Perbekel petahana itupun berharap, masalah air bisa segera diatasi. Sehingga warganya bisa menikmati air bersih milik PDAM dengan normal. (zul/rid)

  Editor : M.Ridwan
#PDAM Tirta Tohlangkir #Desa Tangkup Sideman #4 bulan air macet #air tak mengalir #naikkan tarif PDAM