Korban mendaki ke Gunung Abang dalam rangka melakukan persembahyangan bersama 44 warga lainnya. Kejadian bermula saat rombongan mendaki sekitar pukul 09.30 pada Minggu (9/4). Sekitar pukul 13.30 WITA, rombongan tiba di puncak.
Kasubag Humas Polres Bangli, Iptu Wayan Sarta menjelaskan, sekitar pukul 15.30 Wita rombongan bersiap turun dari puncak. Namun korban bersama empat orang lainnya yang berjalan paling belakang terlihat dalam kondisi lemas. Korban sempat duduk.
"Korban I Wayan Ariana yang saat itu posisinya paling belakang dalam kondisi terduduk lemas tidak sadarkan diri. Selanjutnya korban diberikan pertolongan. Setelah dicek nadi korban sudah tidak berdenyut," terangnya Senin (10/4).
Selanjutnya rombongan meminta bantuan melalui HT untuk meminta Tim evakuasi. Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) I Wayan Suwena mengatakan pihaknya langsung menggerakkan 11 personel Pos SAR Karangasem usai mendapat laporan. "Menurut informasi bahwa korban alami serangan jantung, kemungkinan karena kelelahan dan ketika dilaporkan kepada Basarnas Bali kondisinya sudah meninggal dunia," ujarnya.
Dari laporan awal lokasi kejadian berada di puncak gunung, berada pada jarak kurang lebih 200 meter dengan ketinggian puncak Gunung Abang adalah 2.152 MDPL. Lalu tim SAR melakukan pendakian ke puncak pukul 22.30 Wita.
Tim SAR tiba di puncak sekitar pukul 01.30 WITA. Saat evakuasi berlangsung kondisi cuaca hujan deras dan angin kencang sehingga jarak pandang terbatas. Apalagi trek pendakian licin dan terjal.
Setelah perjalanan ditempuh selama 11 jam dari posisi korban ditemukan ketinggian 2.142 MDPL, tim SAR gabungan dan jenazah korban tiba di area parkir Gunung Abang, Senin (10/4/2023) pukul 12.30 Wita. Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka dengan menggunakan ambulance Banjar Bet Ngandang Sanur. Editor : Donny Tabelak