DENPASAR, Radarbali.id- Bisnis properti adalah bisnis yang masih dianggap menjanjikan, terutama di Denpasar. Hal itu disebabkan, hunian yang menjadi kebutuhan dasar. Terlebih, banyak pendatang dan juga daerah pariwisata.
Hal itu diungkapkan oleh Ricky Putra seorang arsitektur juga pengusaha properti bernama The Sare Bali dan Owner Tuantana Property Kendrick Sumolang saat diwawancarai, Jumat (18/10/2024) kemarin.
Ricky dan Kendrick tidak risau mengenai situasi ekonomi saat ini, karena Bali masih menjadi magnet ekonomi.
Gaya rumah tropis, semi vila bisa dimilik di tengah kota Denpasar, dengan harga setengah miliar. Bagi Ricky dan Kendrick kebutuhan akomodasi yang tidak dapat dibendung.
”Saya yakin itu kebutuhan. Kadang naik dan turun. Tidak mati (properti). Kemungkin hold on karena politik dan lainnya. Tapi, kami tawarkan kebutuhan akomodasi, yang bisa disewakan.” Jelas Ricky.
Sambung Kendrick, sebagai pengusaha harus ada inovasi dan kreativitas penawaran sehingga masih terjangkau dan lokasinya strategis.
Sasarannya tidak hanya kalangan atas, tapi masyarakat yang golongan menengah memilih tinggal di Bali juga mampu membeli. Ia mencontohkan, banyak orang Jakarta melirik berbisnis atau bekerja di Bali tergolong aman dan tidak merugi dibandingkan membuka kafe.
Banyak orang-orang jakarta punya bisnis di Bali memilih properti lebih aman daripada yang lain. Properti tidak rugi. Breakdown satu unit kisaran Rp 480 juta, bagi 20 tahun, setahun 24 juta per tahun.
“Itu harga flat. Bisa bayangin tidak. Kalau compare harga Rp 1 are bisa Rp 800 juta, kalau bisnis ini bisa dikuasai 20 tahun ada di pusat kota hunian proper biasanya manager. Permintaan itu ada makanya berani,” beber Kendrick.
Tambah Ricky, saat ini banyak vila banyak digandrungi, tapi membuatnya tentu lebih mahal. Makanya, ia mendesain rumah semi vila, yang tampak elegan dan trendnya juga bersifat timeless. Berbeda dengan gaya industrial atau minimalis.” Dulu tren minimalis, mediterania dan industrial bergeser. Kami pendekatanya gaya tropis, timeless ini. Kalau ikuti tren kalau sudah tidak ngetren keliatan kayak bangunan lama,” beber alumnus Universitas Tri Sakti, Jakarta ini.
Lebih rinci Ricky menjelaskan konsep tropis itu, pemilihan materialnya. Contoh ia tidak memakai genting pada umumnya, tapi semen board.
"Tidak akan panas, karena ada lapisan void. Pintu yang digunakan lebih banyak geser.” Genting semen board flat. Dari semen, keunggulan kalau jenis genting metal berisik ini tidak,” jelas pria asal Jakarta ini. [*]
Editor : Hari Puspita