Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Solusi Cegah Pengoplosan Elpiji, Alit Kelakan Sarankan Buat WA Group, Libatkan Perangkat Desa - Kadisperindag dan Pihak Pertamina

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 24 Agustus 2025 | 02:45 WIB

 

LANGKA LAGI: Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mengunjungi Pertamina Cabang Denpasar Jumat (22/8/2025) sore. (Novi Febriani/Radar Bali)
LANGKA LAGI: Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mengunjungi Pertamina Cabang Denpasar Jumat (22/8/2025) sore. (Novi Febriani/Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali melanda Bali. Berbagai faktor penyebabnya yakni pembelian yang melebihi kuota seperti di Denpasar 250 persen dibeli oleh warga luar Denpasar.

Kedua, karena penyalahgunaan elpiji subsidi seharusnya untuk orang tidak mampu, tapi dipakai usaha pariwisata seperti hotel, cafe dan laundri.

Itu terungkap saat Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan alias Alit Kelakan bertemu dengan Pertamina Cabang Denpasar Jalan Sugianyar Jumat (22/8) sore. Hadir

Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Endo Eko Satryo. Hiswana Migas, Kepala Dinas ESDM Bali, perwakilan Disperindag Bali. Alit Kelakan sampaikan, praktik pengoplosan kerap terjadi karena ada celah.

Seperti kuota satu orang atau satu Nomor Induk Kependudukan boleh membeli 15 kali tabung elpiji.

”Pengoplosan terjadi karena ada ruang lebar buat orang misalkan satu NIK bisa 15 tabung. Contoh ada yang tidak pernah memakai baru beli tidak bisa pakai ada orang memanfaatkan NIK,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Solusinya pengawasan yang diperketat melibatkan kepala desa. Salah satunya membuat whatsapp (wa) group. Dengan adanya wadah komunikasi diharapkan untuk mengatasi kelangkaan gas melon di setiap desa.

”Harapannya kabupaten/kota membuat WA grup ada Pertamina, Kepala Disperindag, kepala desa. Desa mana ada kelangkaan langsung direspons tak lebih dari satu jam,” papar Alit Kelakan.

Sementara itu hadir Kabid Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Ida Ayu Putriani mengatakan, segera bertemu dengan pemerintah kabupaten/kota atau melalui Dinas Perdagangan untuk berkoordinasi menghadapi krisis gas melon di Bali.

”Kami akan mengundang push untuk membuat WA group tersebut,” kata Dayu Putriani.

Untuk pengawasan penjualan gas elpiji 3 kg akan tim dari Disperindag telah turun sebanyak dua kali dalam sebulan.

Namun, pemda tidak memiliki sanksi bagi pedagang yang melanggar hanya pembinaan dengan membuat surat pernyataan.”Karena terkait regulasi tentu ada cantelannya,” tegasnya.

Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Endo Eko Satryo menyarankan supaya agen juga rutin melakukan monitoring.

Adanya praktik kecurangan atau penyalahgunaan terjadi tidak sanksi bagi yang membeli melebihi yang dipersyaratkan."Sarankan agen monitor secara rutin," pinta Endo.

Dilain sisi kuota tahun 2025 lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024. Kurangnya sekitar 2,4 persen. Kuota tahun ini sebanyak 231.192, sedangkan tahun lalu sebanyak 215.448 MT, namun realisasinya sebanyak 236.811 MT. (feb)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#alit kelakan #pertamina patra niaga