Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menuju Bali Jagadhita 2026: Strategi BI Perkuat UMKM Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Digital

Tim Redaksi • Kamis, 16 April 2026 | 17:24 WIB

 

PACU EKSPOR: Road to Bali Jagadhita 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Onboarding UMKM RAHAYU (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) pada 9-10 April 2026
PACU EKSPOR: Road to Bali Jagadhita 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Onboarding UMKM RAHAYU (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) pada 9-10 April 2026

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Road to Bali Jagadhita 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Onboarding UMKM RAHAYU (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) pada 9-10 April 2026 di Bali Beach Convention Center.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat digitalisasi UMKM, mendorong praktik usaha berkelanjutan, serta memperluas akses pasar domestik dan ekspor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik (secara daring), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Ronald Dungdung Parluhutan, serta Direktur LPPOM Bali, Aji Pamungkas. Turut hadir perwakilan perangkat daerah, perbankan, dan 45 UMKM dari berbagai sektor di Bali.

Dalam sambutannya, Ronald menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan strategi penting Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penguatan UMKM melalui digitalisasi dan ekspor diharapkan mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengendalian inflasi melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Luh Ayu Aryani menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Bali dengan keunggulan pada sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan. Namun, UMKM masih menghadapi tantangan dalam literasi digital, akses pembiayaan, kapasitas produksi, serta penetrasi pasar ekspor.

Untuk itu, pelaku UMKM didorong mengimplementasikan hasil pembelajaran onboarding, khususnya dalam penguatan kualitas produk, kemasan, dan branding, guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

“Kegiatan Onboarding UMKM RAHAYU ini sejalan dengan visi Bali sebagai pulau digital, yang menekankan pentingnya transformasi digital dan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi dan penguatan daya saing UMKM.

Riza menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah sekitar 56 juta unit, berkontribusi 60,5% terhadap PDB, serta menyerap 97% tenaga kerja.

Di sisi lain, UMKM masih menghadapi tantangan produktivitas, skala usaha, serta akses pembiayaan, pasar, dan teknologi, sehingga berdampak pada masih terbatasnya kontribusi ekspor. Ke depan, Kementerian UMKM mendorong transformasi ekosistem UMKM secara terintegrasi melalui penguatan legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pendampingan berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia terkait ekspor, Young Entrepreneur Academy sebagai mitra pendamping UMKM, edukasi QRIS oleh Bank Indonesia, serta success story dari UMKM binaan BI Bali, Macha Home Living.***

Editor : M.Ridwan
#kantor perwakilan bank indonesia #umkm #Bali Jagadhita