Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

IHSG Hari Ini: Saham BBCA dan BBRI Bangkit, BMRI-BBNI Masih Terkoreksi di Sesi I

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 27 April 2026 | 10:02 WIB
IHSG hari ini rebound setelah anjlok 3,26% ke level 7.138 pekan lalu.
IHSG hari ini rebound setelah anjlok 3,26% ke level 7.138 pekan lalu.

 

RADAR BALI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini dengan upaya pemulihan setelah mengalami tekanan hebat pada pekan ketiga April 2026.

Pada sesi pertama perdagangan Senin, 27 April 2026, indeks terpantau bergerak di zona hijau meski penguatannya cenderung terbatas di tengah sikap selektif para pelaku pasar.

Berikut adalah rangkuman pergerakan pasar dan saham perbankan big caps pada sesi I hari ini:

IHSG Berupaya Bangkit dari "Longsor"

Setelah anjlok cukup dalam sebesar 6,61 % sepanjang pekan lalu, IHSG dibuka menguat 29,02 poin atau 0,41 % ke posisi 7.158,51. 

Namun, pergerakan indeks terlihat masih fluktuatif karena investor cenderung berhati-hati merespons sentimen global dan nilai tukar Rupiah.

Meskipun IHSG menguat, indeks LQ45 sempat mencatatkan pelemahan tipis yang menunjukkan bahwa tekanan jual pada sejumlah saham unggulan belum sepenuhnya mereda.

Pergerakan Saham Big Banks

Saham-saham perbankan raksasa yang menjadi tulang punggung indeks mulai menunjukkan tanda-tanda rebound, dipimpin oleh BBCA dan BBRI yang berhasil menarik minat beli investor di harga yang lebih rendah.

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

BBCA tercatat menguat Rp 75 atau sekitar 0,8 % ke posisi 9.475 pada awal perdagangan. Saham ini masih menjadi buruan utama karena dianggap memiliki fundamental paling solid di tengah ketidakpastian pasar.

Analis menilai posisi harga saat ini masih berada di area yang menarik untuk koleksi jangka panjang bagi para pemodal.

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Setelah mengalami tekanan jual asing yang cukup masif pada pekan sebelumnya, saham perbankan pelat merah inI mampu bangkit tipis 0,6 % ke level 5.125.

Penguatan ini memberikan napas lega bagi pasar mengingat bobot BBRI yang sangat besar terhadap pergerakan indeks.

3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Saham BMRI terpantau berada di level Rp 4.500 per lembar. Meskipun sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan, saham ini menunjukkan ketahanan di tengah tekanan jual pasar, tetap menjadi pilihan utama bagi investor institusi yang mengincar stabilitas di sektor perbankan korporasi.

4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

BBNI mencatatkan harga di level Rp3.770 per lembar saham. Pergerakan BBNI pada sesi pertama ini cenderung mencari basis dukungan baru setelah koreksi yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Volume perdagangan menunjukkan adanya aktivitas akumulasi tipis dari investor domestik di harga tersebut.

Ringkasan Harga Saham Big Banks Sesi I (27 April 2026):

Kode Saham           Harga Terakhir (Rp)             Perubahan
BBCA                      9.475                                   +0,8%
BBRI                       5.125                                    +0,6%
BMRI                      4.500                                    -2,8%
BBNI                       3.770                                    -2,6%

Analisis Sentimen Pasar

Secara keseluruhan, sektor perbankan masih memberikan pengaruh dominan terhadap laju IHSG.

Sementara BBCA dan BBRI memimpin pemulihan awal, BMRI dan BBNI terlihat masih mengalami penyesuaian harga di tengah dinamika arus modal asing yang masih mencari titik keseimbangan baru.

Strategi "buy on weakness" atau membeli saat harga melemah mulai tampak di beberapa titik, meskipun pelaku pasar tetap waspada terhadap volatilitas di sesi kedua nanti.

Penguatan terbatas pada sesi pertama ini dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci:

Aksi Bargain Hunting: Investor mulai melakukan pembelian pada saham-saham blue chip yang sudah terkoreksi dalam selama sepekan terakhir.

Rotasi Sektor: Terlihat adanya perpindahan arus modal ke sektor energi dan komoditas, mengikuti kenaikan harga komoditas global, yang turut menopang laju IHSG.

Secara teknikal, IHSG saat ini sedang menguji level psikologis 7.150. Jika mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan nanti, peluang untuk melanjutkan fase konsolidasi menuju penguatan jangka pendek tetap terbuka lebar.

Namun, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar menjelang rilis data ekonomi terbaru di akhir bulan.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#saham perbankan #ihsg rebound #bb #ihsg hari ini #bbri