Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dolar Tembus Rp 18.000, BI Rate Resmi Naik Jadi 5,5 Persen

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:13 WIB
Kantor Bank Indonesia. Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini.
Kantor Bank Indonesia. Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini.

 

RADAR BALI – Pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan.

Berdasarkan data terkini pada perdagangan Selasa (9/6/2026), mata uang negeri paman sam tersebut terpantau nyaman bergerak di atas level psikologis baru, yakni Rp 18.000 per dolar AS.

Merujuk pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang Garuda berada di kisaran Rp 18.171 per dolar AS.

Sementara di pasar spot, rupiah sempat menyentuh level Rp 18.188 per dolar AS sebelum menunjukkan pergerakan fluktuatif di rentang Rp 18.020 hingga Rp 18.134 per dolar AS menjelang siang hari.

Lonjakan ini juga langsung berdampak pada meroketnya harga penukaran valuta asing (valas) di sejumlah perbankan nasional. Bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menetapkan kurs e-Rate di angka Rp 18.185 per dolar AS untuk harga beli dan Rp 18.205 per dolar AS untuk harga jual.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mematok Special Rate di posisi Rp 18.160 per dolar AS untuk harga beli dan Rp 18.190 per dolar AS untuk harga jual.

Tidak ketinggalan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menetapkan kurs Bank Notes mereka di level Rp 18.170 per dolar AS untuk harga beli, sedangkan harga jualnya mencapai angka tertinggi di pos Rp 18.250 per dolar AS.

Bank Indonesia Naikkan BI Rate

Menyikapi amukan dolar AS yang kian menekan mata uang Garuda, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas. Hari ini, bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%.

Tidak hanya BI Rate, bank sentral juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers, Selasa (9/6/2026).

Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, Bank Indonesia setiap hari Selasa memang mengadakan RDG Mingguan untuk mengevaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG Bulanan.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026, bank sentral mencatat nilai tukar Rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan. Ada kombinasi faktor eksternal dan internal yang membuat rupiah kian terpuruk:

Gejolak Global dan Konflik Timur Tengah: Ketegangan geopolitik global yang belum mereda membuat para investor memilih mengamankan aset mereka ke dolar AS sebagai aset aman (safe haven).

Aliran Modal Keluar (Capital Outflow): Pelemahan rupiah didorong oleh adanya aliran keluar investasi portofolio asing dari Indonesia.

Faktor Musiman Dalam Negeri: Tekanan musiman berupa tingginya permintaan valas oleh perusahaan-perusahaan domestik, seperti untuk pembayaran dividen kepada pemegang saham asing, turut menguras pasokan dolar di pasar lokal.

Strategi Memperkuat Imbal Hasil

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Salah satu strategi utama dari kenaikan suku bunga ini adalah untuk meningkatkan kembali imbal hasil beserta sejumlah insentif lain demi mendorong masuknya kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

Stabilisasi nilai tukar Rupiah ini ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga, meningkatkan daya tarik investasi dalam negeri, serta memastikan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai di tengah ketidakpastian global.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Dollar To IDR #bi rate naik #Kebijakan Bank Indonesia #kurs dolar hari ini #nilai tukar rupiah