Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Potensi Bisnis Ayam Caru Mentari atau Ayam Upakara Semakin Diminati

Yoyo Raharyo • Kamis, 5 Agustus 2021 | 23:15 WIB
potensi-bisnis-ayam-caru-mentari-atau-ayam-upakara-semakin-diminati
potensi-bisnis-ayam-caru-mentari-atau-ayam-upakara-semakin-diminati



 


BADUNG, Radar Bali - Peternakan unggas di Bali masih didominasi oleh peternakan ayam ras pedaging maupun ras petelur, sektor peternakan masih mendapatkan peminat "pemain baru" di setiap tahun. Bisnis ini dapat dijadikan usaha pokok dan usaha sampingan.


 


Banyaknya peminat tentu menjadikan ketatnya persaingan dari sebuah industri. Menurut Wisnu Dharmapura selaku perwakilan dari Mulia Dewa Breeding Farm, sebuah usaha yang bergerak di bidang Produsen DOC/Bibit Ayam Caru  dan DOD/Bibit Bebek Lokal, secara pasar nasional di kalangan peternak ayam ras persaingannya semakin ketat.


 


Pasaran ayam caru mentari ini untuk dijadikan ayam upakara caru karena warnanaya beragam sesuai kebutuhan pecaruan. Dan waktu pemeliharaan relatif singkat, kurang lebih satu bulan.


 


“Maka dari itu Kami hadir dengan pilihan yang berbeda, dengan tetap di konteks "per-ayaman". Yaitu untuk target pasar lokal Bali adanya permintaan ayam kampung dengan warna yang beragam untuk kebutuhan upacara mecaru atau prosesi keagamaan umat Hindu. Kami  membudidayakan atau menyilangkan beberapa jenis ayam untuk mencapai hasil yang sesuai target pasar yakni ayam caru yang sering disebut ayam mentari. Ayam mentari dengan varian warna yang lebih bervariatif dalam istilah Bali disebut seperti brumbun (panca warna), biying (merah), putih, hitam dan lainnya,” jelas Wisnu.


 


Untuk itu, pihaknya membangun fasilitas pendukung dari budidaya, seperti penetasan telur dan pembibitan yang masih menerapkan sistem kerja secara tradisional. Penetasan tradisional yang dimaksud bukan penetasan telur menggunakan indukan ayam, melainkan penetasan dengan menggunakan alat tetas, utamanya berupa media gabah atau sekam untuk memperoleh panas secara alami.


 


“Metode ini merupakan warisan leluhur Bali yang sudah ada sejak zaman dulu. Penetasan telur tradisional seperti ini sepenuhnya membutuhkan campur tangan manusia, indukan ayam hanya bertelur dan tidak untuk menetaskan telurnya melalui pengeraman,” imbuhnya.


Usaha yang dirintis sejak tahun 1976 ini selain menjadi produsen DOC / Bibit Ayam Caru juga produsen DOD /  bibit bebek. Di setiap minggunya dapat menghasilkan 1.500 ekor DOC dan 2.000 ekor DOD. Alamat UD. Mulia Dewa terletak di Jalan I Gusti Ketut Jelantik No. 7 Desa Mengwi l, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, nomor telepon 08155765468.


 


 


 


 


 


 


Editor : Yoyo Raharyo