SEMARAPURA - Harga telur ayam negeri di Kabupaten Klungkung mengalami penurunan. Tidak adanya pengiriman telur ayam negeri ke luar Bali, disebut-sebut menjadi penyebab harga telur ayam negeri anjlok.
Wayan Sumiata, 60, salah seorang pedagang telur ayam negeri di Pasar Umum Galiran, Klungkung, Kamis (7/10) mengungkapkan, harga telur ayam negeri biasanya kisaran harga Rp 40 ribu per tray atau 30 butir. Namun sejak sebulan yang lalu, harganya anjlok. Yakni menjadi Rp 30 ribu per tray.
“Harganya anjlok 10 ribu per kerat dari sebelumnya,” katanya.
Ia mendengar bahwa anjloknya harga telur ayam negeri saat ini diakibatkan tidak adanya pengiriman telur ke luar Bali seperti wilayah Jawa. Sehingga stok telur ayam negeri di Bali melimpah.
“Karenanya banyaknya telur ayam, harganya menjadi anjlok,” ujarnya.
Meski harga telur cukup murah, menurutnya penjualan telur di tempatnya cenderung sepi. Di mana, ia hanya bisa menjual telur ayam negeri rata-rata sebanyak 15 tray per hari. Ia menduga rendahnya daya beli masyarakat lantaran besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.
“Harga telur bebek juga anjlok. Sebelumnya, harga telur bebek sekitar Rp 60 ribu per kerat. Tapi sekarang sekitar Rp 48 ribu per kerat. Penjualan sepi sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga perekonomian masyarakat bisa pulih kembali. Terutamanya sektor pariwisata yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap komoditi pangan, salah satunya telur.
Editor : Yoyo Raharyo