Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menggiurkan! PDDS Tabanan Siap Kirim 100 Ekor Babi ke Jakarta 100 Setiap Hari

Hari Puspita • Rabu, 22 Februari 2023 | 19:03 WIB
SUDAH SIAP POTONG : Babi-babi siap potong ini bakal dikirim peternak yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Peternak Hewan Monogastrik Indonesia (PHMI) cabang Tabanan.(foto:juliadi/radar bali)
SUDAH SIAP POTONG : Babi-babi siap potong ini bakal dikirim peternak yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Peternak Hewan Monogastrik Indonesia (PHMI) cabang Tabanan.(foto:juliadi/radar bali)
TABANAN, Radar Bali.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan mulai melirik bisnis pengiriman babi keluar daerah. Khususnya ke ibu kota, Jakarta.

Pengiriman babi keluar daerah tersebut setelah terbuka peluang kebutuhan babi untuk Jakarta yang mencapai ribuan ekor.“Tahun ini kami tidak hanya bisnis produk pangan untuk kebutuhan sehari-hari, melainkan kami akan kembangkan bisnis babi keluar Kota dengan tujuan Jakarta,” ujar Direktur Utama PDDS Tabanan Kompyang Gede Pasek Wedha.

Dari hasil komunikasi yang diinisiasi Bank Indonesia dengan BUMD PD Dharma Jaya DKI Jakarta.Ternyata kebutuhan babi potong untuk Provinsi DKI Jakarta, PD Dharma Jaya kebutuhan babi rata-rata 100 ekor per hari.

“Nah untuk mencukupi kuota itu kami diminta bisa memberikan suplai pengiriman babi sekitar 1.920 ekor setiap tahunnya. Kalau bisa dua kali pengiriman, dengan sekali kirim 75-100 ekor,” jelasnya.

Bisnis pengiriman babi inilah yang kini pihak lirik saat ini dan coba pihaknya kembangkan selain yang sudah berjalan bisnis produk pangan.

Nantinya model pengembangan pengiriman sapi ini dengan sistem plasma nutfah. Petani atau peternak babi pihaknya berikan bibit dan pakan.

Kemudian dilakukan pendampingan oleh dokter hewan dalam pengembangbiakan babi potong siap kirim.Pembagian untung dengan para petani setelah babi terjual, namun terlebih dahulu harus dipotong biaya pakan dan modal bibit. Barulah untung dibagi rata dengan petani.

“Ini yang kami akan kembang, agar mencukupi kebutuhan pengiriman babi ke Jakarta nantinya. Sejauh masih belum ada MOU, tapi peluang bisnis sudah ada,” pungkasnya. [juliadi/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#ternak babi #Perkumpulan Peternak Hewan Monogastrik Indonesia (PHMI) #pengiriman babi ke jakarta #peternak babi tabanan