Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ciamik! Olah Bunga Rosella Jadi Produk Minuman, Ibu-Ibu Rumah Tangga Dulang Rupiah

M.Ridwan • Sabtu, 29 April 2023 | 05:00 WIB
POTENSI PENDAPATAN: Lahan pertanian milik Gabungan Kelompok Wanita Tani (Gapokwatan) Lumbung Rasa, Desa Pitra, Penebel Tabanan yang ditanami bunga rosella. Foto: Juliadi/Radar Bali
POTENSI PENDAPATAN: Lahan pertanian milik Gabungan Kelompok Wanita Tani (Gapokwatan) Lumbung Rasa, Desa Pitra, Penebel Tabanan yang ditanami bunga rosella. Foto: Juliadi/Radar Bali
TABANAN,radarbali.id- Gabungan Kelompok Wanita Tani (Gapokwatan) Lumbung Rasa, Desa Pitra, Penebel Tabanan sukses mengembangkan budidaya tanaman bunga rosella. Menariknya dari kelompok wanita tani yang anggota sebagian besar dari kalangan ibu rumah tangga ini juga mengembangkan tanaman bunga rosella menjadi sebuah produk minuman sehat yang layak dikonsumsi oleh masyarakat. Tanaman bunga rosella ini dijadikan teh kering dan olahan minuman.

Pembina Gabungan Kelompok Wanita Tani (Gapokwatan) Lumbung Rasa, Desa Pitra, Penebel Ni Ketut Indiani Masmini mengaku memilih budidaya tanaman bunga rosella, karena memiliki segudang manfaat khususnya bagi kesehatan. Salah satunya bunga rosella bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menurunkan kadar kolesterol.ro

“Selain itu di Tabanan sendiri belum ada yang melakukan budidaya tanaman ini. Kebetulan saya memiliki lahan yang tidak produktif sehingga menanam bunga rosella,” kata Ni Ketut Indiani, Kamis (27/4).

Mulai menanam bunga rosella sejak setahun lalu pada lahan seluas 15 are. Dimana bibit diberikan kala itu oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali.

“Tanaman bunga rosella ini sekali panen, sehingga kami harus buat bibit baru lagi. Ini tanaman sekali panen langsung mati. Maka harus bibit lainnya ditanam lagi pada lahan yang masih kosong,” ungkap perempuan berusia 54 tahun

Mengingat panen tanaman bunga rosella yang melimpah, dirinya bersama dengan Kelompok Wanita Tani (Gapokwatan) Lumbung Rasa. Dengan menghasilkan bunga rosella setiap kali panen mencapai puluhan kilogram. Akhirnya membuat terobosan dengan mengolah bunga rosella menjadi teh kering dan produk minuman.

Proses pembuatan minuman dari daun rosella sangatlah mudah. Bunga rosella dikeringkan terlebih dahulu dengan membutuhkan waktu sekitar 2-5 hari, namun tetap tergantung cuaca. “Baru bunga rosella kering ini diolah menjadi teh dan minuman siap saji,” tuturnya.

Menariknya setelah bunga rosella berhasil diolah menjadi sebuah teh dan minum, ternyata cukup diminati masyarakat.

“Untuk teh kering kelopak bunga rosella kami jual seharga Rp 25 ribu per bungkusnya. Sedangkan minuman rosella kami jual seharga Rp 10 ribu,” sebutnya.

Tidak hanya itu produk minuman rosella ini menjadi pemasukkan dari ibu-ibu rumah tangga yang tergabung di KWT Lumbung Rasa. Bahkan saat ini tanaman bunga rosella juga telah dikembangkan oleh petani Baturiti.

“Hasil panen bunga rosella dari petani di Baturiti secara langsung dibeli KWT kami,” pungkasnya. (uli/rid) Editor : M.Ridwan
#olah rosella jadi minuman #rosella jadi minuman #bunga rosella #minuman siap saji #petani baturiti