Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Perlu Repot Cari Sarapan, Begini Tips dan Trik Memulai Usaha Nasi Kuning

M.Ridwan • Minggu, 11 Juni 2023 | 18:40 WIB
Salah satu produksi nasi kuning untuk buka usaha kecil
Salah satu produksi nasi kuning untuk buka usaha kecil

DENPASAR,radarbali.id – Nasi kuning adalah salah satu menu sarapan favorit warga Indonesia karena rasanya yang khas, lauknya enak dan beragam, dan mudah ditemukan di mana saja.

Cocok sebagai menu cepat bagi anak sekolah atau pekerja karena bisa membeli nasi kuning di perjalanan menuju sekolah atau tempat kerja. Tak heran banyak orang yang membuka usaha nasi kuning dan mendapat cuan berlimpah.

Nasi kuning sendiri adalah nasi yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah yang khas dan ditambahkan kunyit sehingga warna nasinya menjadi kuning.

Lauk pendamping nasi kuning juga bermacam-macam seperti orek tempe, perkedel kentang, bihun, bakwan jagung, telur, hingga sambal terasi. Menu yang cukup menggugah selera sebagai menu sarapan.

Tak hanya laris sebagai menu favorit ketika sarapan, nasi kuning juga menjadi favorit ketika mengadakan acara tumpengan seperti saat momen hajatan, ulang tahun, syukuran, bahkan pesta pernikahan.

Kecintaan masyarakat kepada nasi kuning ini bisa menjadi sumber cuan baru untuk bisnis usaha nasi kuning. Jika anda tertarik untuk memulai bisnis nasi kuning, maka silahkan simak artikel ini hingga selesai karena akan mengupas tuntas seluk beluk untuk mulai berjualan.

Peluang Usaha Nasi Kuning

Di awal tadi sudah dijelaskan bahwa nasi kuning ini sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari kalangan ekonomi bawah hingga atas, nasi kuning selalu menjadi hidangan favorit baik untuk sarapan sehari-hari ataupun momen-momen penting untuk tumpengan. Di setiap daerah pun banyak warung atau lapak berjualan nasi kuning yang tak pernah sepi pelanggan.

Tapi yang jualan nasi kuning kan sudah banyak? Berarti sudah banyak saingan dan susah untuk mulai berjualan dong? Eits tentu tidak seperti itu. Banyaknya usaha nasi kuning menunjukkan bahwa pasar untuk makanan ini sudah sangat besar, apalagi untuk bisnis makanan yang berkelanjutan tentu peluangnya sangat besar. Selama masih ada manusia yang perlu makan, maka bisnis ini tak akan pernah mati!

Untuk masuk ke pasar yang sudah besar ini sebenarnya tidak terlalu susah asalkan memiliki hal unik yang dapat membedakan dari produk lainnya, atau memiliki lokasi yang strategis. Misalnya rumah dekat sekolah, pembelinya bisa anak-anak sekolah yang belum sempat sarapan hingga orang tua yang membelikan anaknya bekal atau untuk dibeli di rumah. Atau di dekat perkantoran yang juga sering dilewati oleh pegawai yang seringkali berangkat ngantor tanpa sempat sarapan.

Strategi Berjualan Nasi Kuning

Untuk terjun ke bisnis ini, ada banyak sekali pilihan untuk menentukan positioning dari usaha nasi kuning. Atau secara simple, bagaimana membranding usaha nasi kuning ini agar bisa diterima oleh para calon konsumen. Berikut ini ada beberapa contoh strategi branding untuk berjualan nasi kuning yang bisa diikuti.

  1. Manfaatkan Posisi Strategis untuk Jualan Nasi Kuning

Strategi pertama ini cukup mainstream dan telah banyak dilakukan. Yaitu berjualan nasi kuning saat pagi hari di posisi strategis. Jika punya rumah yang dekat dengan keramaian orang berlalu lalang berangkat kerja atau sekolah di pagi hari, maka halaman rumah bisa menjadi lapak untuk berjualan nasi kuning. Bisa juga dengan menyewa lapak di tempat strategis untuk berjualan.

Nasi kuning beserta lauk pauknya ditata dalam etalase yang membuat pengendara bisa menoleh dan timbul keputusan untuk membeli. Aroma dari masakan yang menguar juga menjadi daya tarik untuk membuat orang-orang penasaran dan memutuskan untuk membeli.

 Baca Juga: Tampil Kokoh, Dolah Memukau Jadi Palang Pintu

  1. Jualan Nasi Kuning untuk Acara Khusus

Banyak orang memilih nasi kuning untuk acara tumpengan dalam momen-momen khusus mereka. Peluang ini bisa ditangkap dengan cara menawarkan jasa orderan nasi kuning untuk hajatan. Sehingga tidak perlu membuat nasi kuning setiap hari, namun memasak jika ada pesanan saja. Namun selain memasak nasi kuning, diperlukan juga kemampuan untuk menghias dan menata masakan menjadi tumpeng cantik.

 

  1. Membuka Katering Online

Saat ini sedang ramai katering online dengan berbagai menu yang menggugah selera. Tentu bisa jadi ide yang bagus untuk mengadopsinya menjadi strategi berjualan nasi kuning terutama untuk pemula. Buatlah akun media sosial atau bisa juga berjualan melalui WhatsApp dan promosikan usaha catering online nasi kuning ini. Ketika pelanggan sudah cocok dan puas dengan rasa, biasanya akan merekomendasikan pada saudara atau kenalannya dan bisa menjadi pemasaran yang bagus untuk bisnis.

Ketiga strategi marketing di atas bisa dijalankan secara terpisah, atau bisa juga dijalankan bersamaan. Membuka katering online sekaligus menerima pesanan tumpeng nasi kuning. Atau berjualan nasi kuning tiap pagi sambil menerima katering online.

Contoh Modal Usaha Nasi Kuning dan Keuntungannya

Setelah membahas strategi pemasaran, saatnya menghitung berapa anggaran usaha yang dibutuhkan untuk memulai. Sehingga bisa tergambar berapa yang harus dianggarkan dan berapa besar keuntungan yang akan didapatkan.

  1. Modal Awal

Modal

Harga (Rp.)

Etalase

2.000.000

Kompor Gas

500.000

Peralatan Masak

500.000

Penanak Nasi

400.000

Total Modal Awal

3.400.000

  1. Biaya Operasional dalam Satu Bulan

Biaya Operasional

Harga (Rp.)

Beras 20kg @10.000/kg x 25 hari

5.000.000

Minyak 5ltr @14.000/ltr x 25 hari

1.750.000

Ayam 7kg @25.000/kg x 25 hari

4.375.000

Telur 5kg @18.000/kg x 25 hari

2.500.000

Sayuran

750.000

Bumbu

500.000

Total Biaya Operasional

14.875.000

  1. Pendapatan per Bulan

 

Jika satu porsi nasi kuning dihargai Rp.10.000 dan dalam sehari mampu terjual hingga 150 porsi, maka perhitungan keuntungannya adalah sebagai berikut:

 

1 porsi nasi kuning : Rp.10.000

 

Penjualan 1 hari = 150 porsi x Rp.10.000 = Rp.1.500.000

 

Rata-rata penjualan dalam 1 bulan = Rp.1.500.000 x 25 hari = 37.500.000

 

  1. Keuntungan per Bulan

 

Keuntungan = pendapatan - biaya operasional

                  = Rp.37.500.000 – 14.875.000 = Rp.22.625.000

 

Maka dari contoh hitungan anggaran dan keuntungan ini, di awal akan mengeluarkan modal Rp.3.400.000 beserta anggaran operasional dalam satu bulan sebesar Rp. 14.875.000 sehingga total modal yang dikeluarkan dalam bulan pertama berjumlah Rp. 18.275.000.

Setelah itu, pendapatan atau omset dalam satu bulan bisa mencapai Rp.37.500.000. Jika dikurangi dengan modal awal dan biaya operasional, maka keuntungan yang akan didapatkan di bulan pertama adalah sebesar Rp.19.225.000.

Dari hitungan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa berjualan nasi kuning mampu mendulang cuan yang cukup besar! Namun perlu dipahami bahwa biaya di atas tergantung daerah masing-masing dan tentunya bisa jadi ada kejadian tak terduga. Sehingga angka keuntungan yang didapat bisa jadi lebih atau bahkan bisa jadi kurang dari angka tersebut.

Itulah gambaran mengenai bagaimana cara berjualan nasi kuning. Mulai dari peluang pasarnya, beberapa strategi bagaimana memasarkan produk yang bisa digunakan untuk berbisnis nasi kuning, hingga contoh anggaran untuk mulai berjualan nasi kuning ini. Semoga artikel ini bisa membantu anda yang tertarik untuk membuka usaha nasi kuning ini. Semoga sukses! (rba) ***

 

 

Editor : M.Ridwan
#usaha #tips usaha #buka usaha #usaha mikro #nasi kuning