DENPASAR,radarbali.id – Daya saing tenun tradisional, khususnya endek, kini kian tinggi. Endek kian digandrungi, meski di kalangan muda belum terlalu familiar. Kini Dinas Perdagangan Buleleng menyiapkan skema khusus untuk memasyarakatkan tenun khas Buleleng.
SELEMBAR kertas flexi – kertas yang biasa digunakan untuk mencetak baliho – terbentang lebar. Di atas kertas tersebut, terlihat garis-garis tertentu berwarna hitam. Garis itu merupakan motif tenun endek yang dibuat melalui aplikasi desain.
Sore itu, para perajin tengah suntuk di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Mereka tengah membuat sebuah motif tenun baru. Tidak disebutkan secara pasti, motif apa yang dibuat. Sebab para perajin tengah menghitung secara presisi motif-motif tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Dagerin) Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan kapasitas dan kemampuan para perajin. Mereka didorong beradaptasi dengan digitalisasi. Lewat digitalisasi, perajin diyakini bisa melahirkan motif-motif baru.
Lewat motif yang baru, ia meyakini produk tenun akan makin digemari masyarakat. “Salah satu yang digemari dari tenun itu kan motifnya. Semakin variatif motifnya, tentu peluang untuk digemari masyarakat semakin besar,” ujarnya.
Disamping itu, pihaknya juga menggandeng perajin tenun dan desainer Buleleng untuk membuka stand di mall alias pusat perdagangan. Dengan membuka stand di pusat perbelanjaan, maka minat masyarakat terhadap tenun akan semakin tumbuh.
Para perajin tenun endek dan desainer akan diberikan pelatihan pembuatan produk dari kain tenun khas Buleleng. Mulai dari pewarnaan, peningkatan kualitas, kemudian pelatihan produksi produk menjadi baju atau tas. Selain itu juga akan ada fashion show hasil pelatihan. Terlebih pihaknya telah menjalin kerjasama dengan salah satu pusat perbelanjaan.
“Program kerjasama ini salah satu upaya memperluas pemasaran. Pelatihannya sudah dimulai outputnya nanti berkelanjutan semua produk akan dijual di sana,” terang Sudiarta.
Ia berharap para perajin menangkap peluang tersebut. Sehingga pangsa pasar semakin terbuka lebar. ***
Editor : M.Ridwan