Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Masih Kesulitan Akses, TiE Ajak UMKM Indonesia Menjadi Pemain Besar, Tawarkan Skema Konsep Blended Finance, Apa itu?

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 21 November 2023 | 15:00 WIB
 
KONSEP BARU: The IndUS Entrepreneurs (TiE) Indonesia bersama Tri Hita Karana menggandeng para pengusaha di Indonesia ajak UMKM jadi pemain besar.
KONSEP BARU: The IndUS Entrepreneurs (TiE) Indonesia bersama Tri Hita Karana menggandeng para pengusaha di Indonesia ajak UMKM jadi pemain besar.
 
 
DENPASAR,radarbali.id - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disebut masih sulit berkembang. Susahnya para pengusaha UMKM mencari dana untuk membangun usahanya, The IndUS Entrepreneurs (TiE) Indonesia bersama Tri Hita Karana menggandeng para pengusaha di Indonesia tapi tempatnya di Bali di United in Diversity Foundation. Peluncurannya dilaksanakan di UID Bali Campus, Kura Kura Bali, Denpasar,  Minggu kemarin (19/11). 
 
President United in DIversity Foundation (UID) Tantowi Yahya menyatakan, 80 persen perekonomian di Indonesia ditopang oleh UMKM. Namun, selama ini tidak semua pengusaha mendapatkan akses permodalan atau bantuan keuangan.
 
Diharapkan dengan konsep blended finance bisa membawa UMKM Indonesia menjadi besar dan masuk ke dunia global. "Salah satu memberikan kesempatan sumber-sumber yang tidak bisa disentuh. Seperti filantropis dan swasta bagaimana konsep blended finance," ucap Tantowi Yahya. 
 
Baca Juga: Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung  Gelar Pelatihan Desain Mode Bagi UMKM Badung
 
Mantan Duta Besar untuk Indonesia Selandia Baru menjelaskan, kriteria UMKM akan dirancang dan diakurasi oleh timnya. TiE ini adalah organisasi nirlaba global dengan misi untuk menumbuhkan kewirausahaan melalui pendampingan , jaringan, pendidikan, pendanaan dan inkubasi "
 
Tidak akan menjadi mustahil jadi pengusaha besar. Harus didukung pembiayaan, pendidikan  dan pembukaan akses," ucap Tantowi kemarin (20/11). 
 
Peluncuran TiE dilakukan di Denpasar Bali yang dihadiri oleh Dewan Pembina TiE Global Amit Gupta, Presiden United In Diversity (UID) Foundation Tantowi Yahya, Deputi Bidang Perekonomian Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasan, dan Dewan Pembina UID Foundation, Mari Pangestu.

Baca Juga: Melongok Peran Badan Usaha Milik Desa(2):Mengwi Mart akan Gandeng UMKM

Dalam menjalankan TiE Indonesia, UID dan Forum Tri Hita Karana sebagai rekan pemerintah untuk bisa membantu kemajuan UMKM tanah air. Salah  satunya dengan  konsep  blended finance, sebuah konsep pembiayaan yang lahir saat G20 lalu.

“Membuka kesempatan pembiayaan dari sumber-sumber yang selama ini tidak bisa disentuh sebagaimana konsep blended finance sendiri,” ujar Tantowi.

Menurutnya, Indonesia adalah pasar terbesar di Asia Tenggara dan merupakan pemimpin dalam investasi teknologi dan ramah lingkungan.Mendorong anak muda berbakat dan paham teknologi sehingga dapat mewujudkan digitalisasi bisnis membuat Indonesia menjadi pusat inovasi berkelanjutan melalui start-up besar. 
 
Baca Juga: Polisi Simpulkan Kendaraan Minibus Maut Rombongan Pemedek Tak Layak Jadi Mobil Penumpang
 
Program ini sudah berjalan di 61 negara dan Indonesia menjadi negara ke 62. Kini,  jumlahnya lebih dari 15 ribu anggota.

Di Indonesia sendiri, wadah ini akan berpusat di Kampus UID, KEK Kura-kura Bali. Dipilihnya  Pulau Dewata karena menjadi lokasi lahirnya Forum Tri Hita Karana dan dinilai sebagai daerah yang konsisten dalam upaya menjaga segala ekosistem yang sifatnya berkelanjutan.***
Editor : M.Ridwan
#umkm #pemain besar #akses modal #tri hita karana #blended financing