MANGUPURA, Radar Bali.id - Kegiatan pariwisata di Bali berangsur-angsur pulih dari pandemi. Hal ini pun berdampak pada kegiatan perekonomian yang juga menunjang konektivitas yang dalam hal ini adalah penerbangan.
Melihat potensi ini, maskapai Lion Air membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan dua tempat eksotis di Indonesia, yakni Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ) dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS).
"Peluncuran rute baru ini semakin memperkaya pilihan perjalanan domestik dan internasional bagi masyarakat, pebisnis dan wisatawan, serta membawa mereka langsung dari Pulau Kalimantan ke destinasi yang populer, Bali pergi pulang (PP)," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.
Kedatangan perdananya di Bali yakni pada Jumat (24/11/2023). Armada yang digunakan yakni Boeing 737-800NG dengan 189 kelas ekonomi atau Boeing 737-900ER dengan 215 kursi kelas ekonomi.
Ke depannya, jadwal penerbangan dengan rute BDJ-DPS maupun sebaliknya yakni satu kali setiap hari atau tujuh kali seminggu.
"Rute Lion Air Banjarmasin-Bali PP menyediakan keuntungan dan hal menarik bagi masyarakat, pebisnis, dan wisatawan. Seperti halnya penyederhana perjalanan," kata Danang.
Rute ini menghemat waktu bagi mereka yang memiliki agenda padat atau ingin mengoptimalkan waktu selama di Bali dan Banjarmasin.
"(Selain itu, red) optimis meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Bali dari Kalimantan Selatan, sehingga mendukung pertumbuhan industri pariwisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat," sambungnya.
Rute ini juga membuka kesempatan menjalin kerjasama dan mengembangkan usaha bagi pebisnis, kargo dan perdagangan antar kota; memberikan kemudahan perjalanan keluarga; dan pengalaman liburan yang lebih baik bagi keluarga yang ingin mengeksplorasi budaya Kalimantan dan keindahan alam Bali.
Tak hanya itu, penawaran harganya pun bersaing dengan harga tiket yang lebih kompetitif untuk rute ini; dapat meningkatkan diversifikasi pilihan transportasi udara di Indonesia; serta eningkatkan aktivitas ekonomi di Banjarmasin dan Bali dengan menarik wisatawan.
"(sekaligus juga) mendorong pertumbuhan bisnis lokal, dan menciptakan lapangan kerja," paparnya. [*]
Editor : Hari Puspita