Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Petani Tabanan Mulai Kembangkan Tanam Varietas Alpukat Vietnam, Begini Keunggulannya

Juliadi Radar Bali • Senin, 25 Desember 2023 | 16:00 WIB

 

UNGGUL: Alpukat Vietnam yang saat ini dikembangkan oleh kelompok tani di Kabuopaten Tabanan.
UNGGUL: Alpukat Vietnam yang saat ini dikembangkan oleh kelompok tani di Kabuopaten Tabanan.

TABANAN, radarbali.id – Hasil perkebunan dari para petani di Tabanan begitu melimpah, mulai dari buah durian, kakao hingga Kopi. Bahkan di Tabanan sendiri telah banyak dari petani yang mulai mengembangkan budidaya tanaman buah alpukat.

Meski demikian, tanaman buah alpukat lokal masih kalah saing dengan varietas alpukat luar. Sehingga saat ini banyak dari para petani menggantikan tanaman buah alpukat dengan varietas baru.

“Dulu varietas mentega (Alpukat) yang tidak jelas, kini mulai banyak dari petani ganti varietas alpukat baru. Seperti Amerika Latin dan Vietnam dengan varietas alpukat red,” ungkap Made Indra selaku pemilik usaha Bali Food Industri dan Ketua Kelompok Petani buah Alpukat Bali ditemui belum lama ini.

Baca Juga: Melihat Persiapan Natal di Kabupaten Buleleng: Polisi Lakukan Sterilisasi Gereja, Rayakan Penuh Kebersamaan

Mencoba varietas buah alpukat dari Amerika Latin dan Vietnam oleh petani sejatinya sudah dilakukan dari tiga tahun lalu. Pengembangan pun selain di daerah Tabanan juga berada di daerah Kintamani Bangli.

“Ganti varietas untuk menyiasati buah alpukat lokal yang sering busuk dan hancur yang tidak mampu bertahan lama ketika panen. Kemudian untuk menembus pasar modern. Kita ini masih kalah saing dengan Vietnam yang sudah mampu ekspor buah alpukat ke Jepang,” kata Made Indra.

Mengganti varietas buah alpukat, sebenarnya masih tahap pengujian dilakukan petani. Mana saja varietas tanaman buah alpukat yang bagus dibudidaya di ketinggian 1000 meter atau dibawah itu.

Baca Juga: Astaga! Pohon Tumbang Timpa Pemandian Umum di Abang Karangasem

“Kami ingin sebenarnya pemerintah dan akademisi melakukan penelitian tentang alpukat, sehingga petani bisa mudah menanam varietas mana yang cocok di tanam di Bali,” ungkapnya.

Saat ini jenis alpukat yang dominan dibudidaya petani masih jenis alpukat Hass, buccaneer. Hasilnya produksinya pun lumayan besar di Bali.

Khusus jenis alpukat Hass harganya kini Rp 60 ribu per kilogram, bahkan tembus di supermarket, hotel dan restaurant. Itu pada kelas grid A premium. Sedangkan Grid B dan C dibeli untuk kebutuhan pasar yang ada di Bali.

“Harapan kami dengan adanya pergantian varietas tanaman buah alpukat bisa tembus pasar luar, karena masih saat ini untuk kebutuhan lokal dan dalam negeri,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#alpukat #tabanan #petani #tanaman alpukat #radarbali