Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dorong Pertumbuhan Produktivitas, Dirut Bulog Tekankan Pentingnya Kemitraan Petani

M.Ridwan • Jumat, 12 Januari 2024 | 15:33 WIB
KEMITRAAN: Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi  saat pendampingan praktik pertanian yang baik.
KEMITRAAN: Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi saat pendampingan praktik pertanian yang baik.

JAKARTA, radarbali.id- Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menekankan pentingnya kemitraan dengan petani padi.

Selain mendorong pertumbuhan produktivitas, kemitraan juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Bayu menjelaskan peningkatan cadangan pangan dalam negeri membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk swasta.

Untuk itu perlu adanya program yang membantu petani dalam mengakses sarana dan prasarana produksi pertanian serta pendampingan dalam penerapan praktik pertanian yang baik (good agriculture pratices).

"Perlu ada program yang efektif untuk membantu petani sebagai pelaku utama dalam produksi pangan," tutur Bayu di sela kunjungannya ke pabrik WPI di Serang, Banten (8/1/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Bayu Krisnamurthi dan rombongan dari Bulog melakukan diskusi mengenai perberasan dan berkeliling meninjau fasilitas milik WPI.

 Baca Juga: Latihan Perdana, Serdadu Tridatu Langsung Genjot Fisik, Begini Kata Teco

Rice Business Head WPI Saronto menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan Farmer Engagement Program (FEP).

Selama 2021-2023, program itu telah direalisasikan di atas lahan seluas 12.592 hektare (ha). Hingga awal Januari tahun ini sudah ada 8.706 ha lahan yang tercatat dalam program tersebut.

 “Penambahan luasan lahan pada awal tahun ini sangat diperlukan karena petani mengejar awal musim tanam,"kata dia.

 Baca Juga: Terkait Laporan Penistaan dan Ujaran Kebencian AWK, Polda Bali Periksa 3 Saksi, Begini Faktanya

Dalam FEP, petani mendapatkan bantuan agri input, yaitu pupuk, pestisida, benih unggul, asuransi pertanian dan pendampingan.

Program tersebut dapat berjalan dengan baik juga karena dukungan dari pemerintah daerah, dinas pertanian, perusahaan agri input dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

WPI juga bekerjasama dengan sejumlah bank untuk memberikan kredit usaha rakyat (KUR).

 Baca Juga: Bertemu Kapolda, MUI Bali Dorong Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Hukum AWK karena ini

Dalam menjalankan bisnisnya, WPI memiliki tiga tujuan utama. Pertama, membantu meningkatkan kesejahteraan petani dengan membeli gabah dengan harga yang baik dan wajar.

Kedua, membantu pemerintah dalam ketahanan pangan. Ketiga, membantu pemerintah mengendalikan inflasi akibat dampak kenaikan harga beras.

“Kami berupaya mengikuti arahan pemerintah untuk ikut meningkatkan ketahanan pangan di dalam negeri,” ujar Saronto.***

Editor : M.Ridwan
#dirut bulog #pertumbuhan #petani #bulog #produktivitas #kemitraan