BADUNG, Buat yang kehabisan ide mau liburan ke mana bersama anak, penting nih! Di Krakakoa Chocolate Cafe & Factory, Jalan Mertanadi 70, Kerobokan, Bali, Anda bisa coba membuat cokelat sendiri.
Cafe merangkap pabrik cokelat mini ini menawarkan berbagai olahan cokelat yang bisa Anda nikmati di tempat. Dari Frozen Hot Chocolate, mochaccino, sampai brownies yang isiannya lumer di lidah.
Uniknya, cafe ini punya dua mesin cokelat yang setiap saat mengolah langsung cokelat susu dan cokelat hitam. Cokelatnya juga spesial, cokelat couverture atau cokelat berkualitas yang memiliki kandungan kakao sangat tinggi, 42% untuk cokelat susu dan 70% untuk cokelat hitam. Seluruhnya berasal dari kakao yang dipanen petani kecil di Indonesia.
Tidak butuh reservasi, pengunjung bisa datang langsung untuk meramu cokelat sendiri dengan isian serta taburan sesuai selera dari pukul 10.00 sampai pukul 22.00. Cokelat yang sudah berpadu dengan isian bisa langsung dituang ke loyang dan pengunjung bisa menunggu hingga 10 menit sampai cokelat dingin dan siap dinikmati langsung. Anda juga bisa membeli cokelat batang yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh.
“Kami tidak memiliki lahan perkebunan kakao, tapi kami bekerja sama dengan petani kecil di Indonesia yang luas kebunnya tak sampai tiga hektare. Kami melatih dan mendukung petani dengan alat penunjang supaya mereka memanen kakao organik berkualitas baik,” kata Pendiri Krakakoa, Sabrina Mustopo kepada Radar Bali.
Petani dilatih menanam kakao secara berkelanjutan, menangani hama secara organik, melakukan proses fermentasi dan teknik pengeringan kakao yang lebih baik.
Sabrina menguraikan walaupun masuk peringkat tiga negara penghasil biji kakao terbesar dunia, namun ada beberapa persoalan yang dihadapi industri cokelat di Indonesia. Produktivitas rendah, pendapatan petani kecil, kualitas biji cokelat buruk dan praktik tanam yang tidak berkelanjutan. Permasalahan ini yang berusaha dijawab oleh Krakakoa.
Beda daerah, beda rasa
Sejak Krakakoa berdiri, sudah lebih dari 500 petani kakao yang tersebar di Bali, Sumatra dan Sulawesi bekerja sama. Krakakoa menerapkan konsep farmer to table yang peran pengepul dan tengkulak, supaya petani kecil bisa memperoleh harga jual panen di atas harga pasar.
Dan, setiap pengunjung yang berkunjung ke Krakakoa Chocolate Cafe & Factory di Bali bisa mencicipi cokelat artisan yang dibuat dari hasil panen kakao para petani tersebut. Menurut Sabrina, Krakakoa juga punya tiga koleksi cokelat single origin yang diolah dari hasil panen di satu kawasan khusus. Masing-masing daerah memiliki rasa berbeda satu sama lain.
Hasil panen petani cokelat Desa Sedayu di Bukit Barisan Selatan, Sumatra, diolah Krakakoa menjadi cokelat 70% beraroma buah beri, kayu manis dan madu. Dari Desa Saludengen di Sulawesi, ada cokelat 75% beraroma kayu dengan rasa yang kuat. Dari Desa Pulukan di Bali, ada cokelat 85% beraroma kayu, zaitun dan sedikit aroma jeruk nipis.
WhatsApp Krakakoa +62 8582 9027 502
#krakakoacokelat #krakakoabali #cokelatbali #oleholehbali
Editor : Rosihan Anwar