DENPASAR, Radar Bali.id-Sampai dengan bulan Desember 2023, Bank BPD Bali telah menyalurkan Rp 6,58 Triliun KUR dengan NPL 0,49%.
Selama tahun 2023, penyaluran KUR Bank BPD Bali juga telah mencapai 100% dari target Rp 1,728 T dengan NPL 0,09% dan 58,27% dari sektor produksi.
Hal itu disampaikan langsung oleh I Nyoman Sudharma selaku Direktur Utama Bank BPD Bali dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2024 di Sanur, Denpasar Selatan, Sabtu (16/3/2024). Dikatakannya undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah mengamanatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan segenap stake holder untuk menumbuhkan iklim usaha yang berkualitas.
Hal itu dengan menetapkan peraturan dan kebijakan yang meliputi berbagai aspek diantaranya terkait kemudahan atas permodalan/pembiayaan untuk mendorong penguatan ekosistem UMKM.
Untuk mendukung kebijakan pemberian kredit/pembiayaan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan mampu membantu pemberian modal kerja dan investasi dengan suku bunga yang renda.
Hal itu untuk mendukung usaha produktif dengan sumber dana murni dari dana bank penyalur. Dijelaskannya bahwa selama tahun 2023 lalu, BPD Bali juga telah mengembangkan beberapa program. mulai dari Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Pemerintah Daerah, Implementasi QRIS Cross Border (Thailand, Malaysia, dan Singapura), Pungutan Wisatawan Asing (penerimaan sampai dengan Februari 2024 Rp 18.235.215.500) dan Implementasi Siskeudes (percepatan implementasi transaksi non tunai dengan jaringan sistem perbankan yang terkoneksi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia).
"Semoga apa yang menjadi pembahasan kita mengenai kredit usaha rakyat untuk UMKM mampu memberikan solusi solusi terbaik guna memaksimalkan penyaluran KUR.
Semoga di tahun-tahun yang akan datang kita dapat terus bersinergi demi pertumbuhan perekonomian Daerah Bali," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita