Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Komoditas Perlahan Turun, Minyak Goreng Malah Bakal Naik

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 5 Juni 2024 | 12:15 WIB

 

STABIL: Harga sejumlah komoditas di pasar cenderung menurun, taoi minyak goreng bakal naik
STABIL: Harga sejumlah komoditas di pasar cenderung menurun, taoi minyak goreng bakal naik

DENPASAR, radarbali.id - Secara tahunan, inflasi Provinsi Bali sebesar 3,54% (yoy), masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84% (yoy). Namun pada Mei 2024 secara perlahan, harga komoditas pokok mulai mengalami penurunan.

Secara bulanan, mengalami deflasi sebesar -0,10% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm) dan lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar -0,03% (mtm).

Secara spasial, Singaraja mengalami deflasi paling dalam yaitu sebesar -0,33% (mtm) atau 2,92% (yoy). Kondisi ini diikuti oleh kabupaten Tabanan mengalami deflasi sebesar -0,28% (mtm) atau 3,56% (yoy). Berikutnya, kabupaten Badung mengalami deflasi sebesar -0,09% (mtm), atau 4,01% (yoy), dan Denpasar mengalami inflasi sebesar 0,05% (mtm), atau 3,52% (yoy).

 Baca Juga: Polda Bali dan Pertamina Sebut Kelangkaan hanya di Pengecer, Klaim Distribusi Gas LPG 3Kg Tidak Ada Hambatan

Berdasarkan komoditasnya, deflasi terutama bersumber dari penurunan harga beras, tomat, daging ayam ras, sawi hijau, dan cabai rawit.

"Penurunan harga beras dan cabai rawit didorong oleh melimpahnya pasokan sehubungan dengan masuknya musim panen raya di Provinsi Bali," kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja, Selasa (4/6).

Menurutnya, penurunan harga tomat dan sawi hijau sejalan dengan meningkatnya pasokan dari Jawa dan membaiknya cuaca yang tidak menghambat proses distribusi.

Selanjutnya, penurunan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya pasokan dari Jawa dan menurunnya harga jagung sebagai bahan baku ulama pakan ternak. Sementara itu, laju deflasi yang lebih dalam tertahan oleh peningkatan harga bawang merah dan tarif parkir.

Meski beberapa harga turun, di bulan Juni 2024, terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Resiko teersebut antara lain kenaikan harga minyak kelapa sawit global, yang berpotensi merambat ke harga minyak goreng dan bahan bakar di dalam negeri.

"Selain itu juga ketidakpastian cuaca memengaruhi kesuburan tanaman, termasuk tanaman gumitir yang menjadi salah satu komponen canang sari, serta adanya konflik global yang berpotensi berpengaruh pada harga komoditas global yang dapat merambat ke harga-harga dalam negeri," tambahnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#harga komoditas #minyak goreng #inflasi #radarbali