DENPASAR, radarbali.id - Investasi di Bali agaknya semakin agresif. Kegiatan Bali Jagadhita V tahun 2024 secara resmi berakhir pada Jumat (14/6) lalu sejak dimulai pada tanggal 10 Juni 2024.
Event yang digelar oleh kantor Bank Indonesia Provinsi Bali itu berhasil mencatat total transaksi penjualan UMKM yang terlibat senilai Rp527 juta.
Kegiatan yang digelar dengan tujuan mendorong pemberdayaan UMKM, investasi berkelanjutan, dan pariwisata berkualitas itu juga berhasil mendatangkan 33 investor.
Baca Juga: Joged Bumbung Sesuai Pakem Duta Denpasar Membuat Mata Penonton Tak Berpaling di PKB ke-46
Para investor itu juga menunjukkan ketertarikan serius dengan melakukan one on one meeting untuk membahas 13 proyek yang ditawarkan, serta terbentuknya komitmen antara tiga desa wisata dan Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA).
Tujuannya untuk mengangkat potensi pariwisata desa dan memperkenalkan keunikan budaya Bali kepada wisatawan domestik dan internasional.
Pertemuan one on one antara calon investor dengan pemilik proyek berkualitas dan lahan potensial di Bali dan Nusa Tenggara, telah lolos kurasi dan siap ditawarkan kepada investor (ready to offer).
Baca Juga: Keren! Berkah Libur Panjang, Bali Dikunjungi Sejumlah Bintang Sepak Bola Dunia
"Investor menunjukkan minat besar pada proyek di bidang kesehatan, energi, kawasan industri, dan transportasi. Investor juga berkesempatan mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, yang dipuji sebagai terobosan dalam pengembangan pusat layanan kesehatan dan pariwisata terpadu berstandar internasional pertama di Indonesia," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Selasa (18/6/2024).
Menurutnya, KEK Kesehatan Sanur diprediksi bisa menarik dua juta penduduk Indonesia yang biasa berobat ke luar negeri, dan dapat menghemat devisa negara sekitar 9 triliun rupiah.
Baca Juga: Ruko Lantai Tiga Tempat Usaha Kerajinan Tas Rajut Ludes Dilalap Api, Penyebab Diselidiki
Sementara itu, nilai transaksi penjualan UMKM sebesar Rp527 dalam event ini terdiri dari Rp166 juta rupiah transaksi off line dan Rp361 juta rupiah transaksi on line.***
Editor : M.Ridwan