Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Kontribusi UMKM Masih 15,8 Persen, Kemenkeu Satu Genjot Ekspor 127 UMKM di Bali

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 17 Juli 2024 | 05:55 WIB
FGD: Program Pokja UMKM Kemenkeu Satu gelar FGD untuk lebih dari 127 UMKM, Selasa, 16 Juli 2024  di Aula GKN I Denpasar.
FGD: Program Pokja UMKM Kemenkeu Satu gelar FGD untuk lebih dari 127 UMKM, Selasa, 16 Juli 2024 di Aula GKN I Denpasar.

DENPASAR, Radarbali.id - UMKM di Indonesia saat ini dapat menyokong perekonomian Indonesia dengan menyediakan lapangan kerja lebih dari 97 persen atau 117 juta tenaga kerja.

 

Kendati demikian, Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT sekaligus Ketua Joint Program UMKM Kemenkeu Satu Provinsi Bali, Susila Brata menyebutkan kontribusi UMKM terhadap total ekspor Indonesia tahun 2023 faktanya hanya 15,8 persen.

 

“Ekspor Bali sendiri cukup besar dibanding impornya. Tetapi sumbangan UMKM terhadap ekspor itu tidak terlalu besar. Sebenarnya bisa potensi ini tingkatkan lagi untuk bisa lebih besar,”  ujarnya, Selasa, 16 Juli 2024  

Atas keresahan tersebut, Unit Eselon I Kementerian Keuangan yang berada di Provinsi Bali berkolaborasi dalam salah satu Program Pokja UMKM Kemenkeu Satu melaksanakan Focused Group Discussions (FGD) untuk lebih dari 127 UMKM, Selasa, 16 Juli 2024 di Aula Gedung Keuangan Negara (GKN) I Denpasar.

 

Program FGD dirancang sebagai sarana interaksi antara para pelaku usaha pengiriman barang dengan para pengusaha UMKM di Bali. Sekaligus merupakan rangkaian FGD Series Siap Ekspor  LOGISTICANDSUPPLYCHAINFORUMKM dengan mengusung tema ‘Strategi Mensiasati Biaya Logistik dalam Membuka Pasar Baru dan Meningkatkan Ekspor bagi Pelaku UMKM’.

 

Adapun sasaran dari FGD ini bukan hanya untuk UMKM yang telah berhasil ekspor, namun juga untuk UMKM yang memiliki potensi ekspor.

 

“Kami dari DJBC Bali selaku bagian dari Kemenkeu, memang mempunyai visi untuk menggerakkan UMKM. Tidak hanya sukses di lokal atau nasional, tapi juga bisa melakukan ekspor,” paparnya.

 Baca Juga: Dewan Usulkan Pemanfaatan Embung Sanur untuk Masyarakat, Ada Potensi UMKM hingga Jogging Track, Begini Penjelasan Wakil Wali Kota Denpasar

Narasumber yang dihadirkan pun adalah orang-orang yang kompeten di bidang ekspor dan supply chain, sehingga diharapkan akan memberikan solusi atas permasalahan logistik untuk UMKM.

 

“Harapannya adalah UMKM di Bali semakin maju. Selain lokal juga bisa nasional, bahkan juga bisa go ekspor,” sambungnya.

 

Lebih lanjut, Joint Program UMKM Kemenkeu Satu Provinsi Bali yang di tahun 2024 telah aktif membina sebanyak 26 UMKM di Provinsi Bali.

 Baca Juga: Gandeng UMKM Nusantara, Kementerian BUMN Sasar Bali untuk Herb Euphoria Fest 2024

Kegiatan ini turut memberikan berdampak secara langsung pada UMKM dengan perluasan pasar, baik pasar penjualan ekspor maupun dalam negeri dengan pemberdayaan UMKM. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#Kemenkeu Satu #fgd #umkm bali #ekspor #impor