Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta! Jumlah Wajib Pajak di Bali yang Sudah Menggunakan NIK sebagai NPWP

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 17 Juli 2024 | 06:55 WIB
HARI PAJAK: Nurbaeti Munawaroh selaku Kepala Kanwil DJP Bali ditemui di sela kegiatan peringatan  Hari Pajak Tahun 2024 di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali, Selasa, 16 Juli 2024.
HARI PAJAK: Nurbaeti Munawaroh selaku Kepala Kanwil DJP Bali ditemui di sela kegiatan peringatan Hari Pajak Tahun 2024 di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali, Selasa, 16 Juli 2024.

DENPASAR, Radarbali.id-Per tanggal 1 Juli 2024, seluruh wajib pajak di Indonesia sudah dapat menggunakan NIK sebagai NPWP, NPWP 16 Digit, dan Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha (NITKU).  

 

Di Bali sendiri, dari total 1.290.127 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri yang terdaftar di Bali, tersisa sebanyak 14.100 atau 1,09 persen NIK-NPWP yang masih harus dipadankan.

 

“Artinya 1,27 juta atau 99 persen Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri telah melakukan pemadanan NIK ke NPWP ,” kata Nurbaeti Munawaroh selaku Kepala Kanwil DJP Bali di sela kegiatan peringatan  Hari Pajak Tahun 2024 di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali, Selasa, 16 Juli 2024. 

 Baca Juga: Top! Kanwil DJP Bali Himpun Penerimaan Pajak Sebesar Rp1,22 Triliun Selama Bulan Januari 2024

Dia menjelaskan, bahwa per tanggal 16 Juli 2024, sebagian besar NIK wajib pajak di Bali sudah dipadankan sebagai NPWP. Dengan adanya padanan NIK menjadi NPWP tersebut, para wajib pajak juga bisa mengakses layanan administrasi yang diselenggarakan yang dapat digunakan berupa layanan pendaftaran dan layanan digital lain.

 

Layanan itu meliputi pendaftaran wajib pajak (e-Registration), akun profil wajib pajak, info Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP), e-Bupot 21/26. e-Bupot Unifikasi, e-Bupot Instansi Pemerintah, dan e-Objection.

 

“Dan yang terbaru per tanggal 12 Juli 2024, sudah ada 21 layanan yang dapat diakses oleh masyarakat menggunakan NPWP 16 Digit, NITKU, dan NPWP 15 digit,” tambah Nurbaeti.

 Baca Juga: 2024, UPTD Denpasar Target Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor Rp 885 Miliar Lebih, Gandeng Kelian Adat Kejar Wajib Pajak

Sementara itu, terkait peringatan Hari Pajak 2024, DJP Bali juga mengadakan kegiatan DJP Peduli. Kegiatan ini diadakan untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian sosial dalam masyarakat .

 

Peringatan Hari Pajak 2024 ini sendiri mengusung tema “Tetap Tegar Walau Tantangan Menghampar”. Tema tersebut merupakan manifestasi dari semangat DJP dalam mengemban amanah di tengah kondisi global yang menantang.

 

Selain itu, diadakan juga kegiatan donor darah yang diikuti oleh pegawai di Kanwil DJP Bali. Kegiatan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi yang membutuhkan di wilayah Bali.

Baca Juga: Dewan Klungkung Soroti Hotel dan Restoran Sudah Beroperasi di Nusa Penida Tanpa Pajak  

“Pada momen peringatan Hari Pajak 2024 ini, saya mengajak seluruh masyarakat di Bali untuk membantu DJP dalam melakukan perubahan yang berkesinambungan dan perbaikan ke arah yang lebih baik,” ujar Nurbaeti.

 

Nurbaeti juga menyampaikan agar peringatan Hari Pajak Tahun 2024 ini bisa jadi momentum untuk terus berbenah diri, melakukan reformasi dalam mengemban tugas negara, sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi pemangku kepentingan. ***

 

Editor : Made Dwija Putera
#hari pajak #NIK basis NPWP #wajib pajak #DJP Bali