NEGARA, Radar Bali.id - Harga kebutuhan masyarakat Jembrana mengalami kenaikan drastis sejak akhir tahun 2024 lalu, saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga saat ini belum ada penurunan.
Terutama harga cabai yang mengalami kenaikan drastis hingga Rp 100 ribu setiap kilogram. Sedangkan kebutuhan lain masih relatif terjaga dan ketersediaan bahan pokok masih aman.
Informasi dari sejumlah pedagang di Pasar Umum Negara, harga jual cabai menyentuh harga Rp 100 ribu setiap kilogramnya kepada pembeli karena harga beli dari agen atau distributor yang juga tinggi.
Tingginya harga cabai terjadi sebelum hari Natal 2024 lalu, hingga saat ini belum ada penurunan harga lagi. ”Harga cabai cepat sekali naik, mulai sebelum Natal,” kata Tari, salah satu pedagang.
Harga beli cabai di Jembrana tergantung dari distributor. Sempat ada distributor yang menjual dengan harga lebih rendah, tatapi pedagang tidak berani membeli karena sudah terlanjur membeli dari distributor lain yang lain meskipun harga tinggi karena khawatir busuk jika menyimpan terlalu banyak cabai.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan I Komang Agus Adinata menjelaskan, harga cabai memang tinggi sejak sepekan terakhir, sebelum Hari Natal. ”Sejak sebelum Natal sudah mulai naik harga cabai,” ungkapnya.
Sebelum Natal, 23 Desember harga cabai rawit per kilogram masih Rp 23 ribu, kemudian naik Rp 55 ribu. Setelah tahun baru hingga saat ini sudah menyentuh diharga Rp 100 ribu, sedangkan cabai merah besar sebelumnya diharga Rp 32 ribu, naik Rp 40 ribu, dan saat ini diharga sekitar Rp 60 ribu.
Menurutnya, naiknya harga cabai ini dipengaruhi oleh cuaca. Hujan deras yang sering terjadi membuat cabai di tingkat petani mengalami gagal panen. ”Faktor utama naiknya harga cabai cuaca, hujan deras membuat pertanian cabai rusak mempengaruhi hasil panen,” terangnya. [*]
Editor : Hari Puspita