Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Meningkat 1,9 Persen, Ribuan UMKM di Bali Belum Terapkan Digitalisasi

Rosihan Anwar • Rabu, 30 April 2025 | 20:21 WIB
Onboarding UMKM Bali: Wujudkan UMKM Hijau, UMKM Digital, UMKM Mendunia yang juga bagian dari Road To B Jagadhita VI pada Senin (28/4/2025) di Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali.
Onboarding UMKM Bali: Wujudkan UMKM Hijau, UMKM Digital, UMKM Mendunia yang juga bagian dari Road To B Jagadhita VI pada Senin (28/4/2025) di Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Jumlah UMKM di Provinsi Bali mengalami peningkatan drastis selama setahun terakhir. Pada Desember 2024 lalu, jumlah UMKM di Bali sudah tercatat sebanyak 448.434 UMKM. Jumlah ini meningkat sekitar 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sayangnya, meski jumlah keberadaan UMKM meningkat, masih banyak UMKM yang belum menerapkan sistem digitalisasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali I Wayan Ekadina mengatakan hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi.

”Ada tantangan yang harus dihadapi UMKM belum sepenuhnya berdigitalisasi. Baik digitalisasi secara finansial maupun secara pemasaran," katanya di sela kegiatan Onboarding UMKM Bali: Wujudkan UMKM Hijau, UMKM Digital, UMKM Mendunia yang juga bagian dari Road To B Jagadhita VI pada Senin (28/4/2025) di Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali.

Dia menjelaskan, hingga saat ini jumlah UMKM yang sudah menerapkan sistem digitalisasi hanya menyentuh angka 34 persen.

Padahal digitalisasi sangatlah diperlukan dalam persaingan dunia usaha sekarang ini. UMKM Bali saat ini didominasi oleh sektor kuliner.

”Kendala tentu pemahaman dari kawan-kawan kita yang memiliki usaha kuliner itu sendiri atau yang mikro di dalam memahami digitalisasi itu sendiri.

Inilah pemerintah bersama-sama berkolaborasi bagaimana melatih kawan-kawan kita itu untuk bisa digitalisasi. Sebagian besar kuliner," bebernya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Yuana Rochma Astuti selaku Direktur Konten Digital Kementrian Ekonomi Kreatif RI menjelaskan, sektor kuliner memberikan pendapatan paling besar dalam ekonomi kreatif.

Lalu dua sektor lainnya yakni sektor fashion dan krya. ”Konten digital adalah ruh dari ekonomi digital. Kami senang sekali, kami akan all out untuk membantu supaya di Bali ini bisa maksimal juga. Karena memang pilarnya saat ini adalah ekonomi digital," tandasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Butet Linda H. Panjaitan, menyampaikan bahwa perekonomian Bali tetap kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebesar 5,48% pada tahun 2024, serta tingkat inflasi yang terkendali pada level 1,89% per Maret 2025. 

Dalam menjaga dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi dan berkelanjutan, Bank Indonesia Bali kembali menyelenggarakan Bali Jagadhita pada Juni 2025 dengan fokus pada penguatan perdagangan, investasi, pariwisata, serta ekonomi hijau.

Sebagai langkah menuju puncak Bali Jagadhita 2025, berbagai rangkaian kegiatan pilar perdagangan telah dilaksanakan, termasuk Pre-Onboarding UMKM dan Bali Business Matching.

"Kegiatan ini merupakan upaya konkret memperkuat ekosistem pengusahan UMKM Bali yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan," kata Butet. (mar)

Editor : Rosihan Anwar
#bank indonesia #umkm