DENPASAR, Radarbali.id – Hubertus Jehaman menjadi salah satu pemandu wisata atau tour guide yang cukup berpengalaman di Bali. Pria asal Flores, NTT, itu sudah melakoni profesi ini selama kurang lebih 18 tahun terakhir. Menurutnya, menjadi pemandu wisata adalah pekerjaan impiannya sejak duduk di bangku sekolah SMK Pariwisata.
Sebagai pemandu wisata, pria yang akrab disapa Berto ini kerap menerima bayaran dalam bentuk mata uang rupiah. Namun, tak jarang wisatawan asing juga melakukan pembayaran jasa menggunakan mata uang asing. Untungnya, pemuda yang menggemari olahraga surfing ini telah menggunakan rekening Bank CIMB Niaga. Bukan tanpa alasan, menurut pria berusia 33 tahun ini, CIMB Niaga menawarkan berbagai kemudahan.
”CIMB Niaga memberikan kemudahan dalam transaksi penerimaan kiriman pembayaran dari klien, khususnya wisatawan international,” katanya ditemui di Pantai Sanur, Denpasar, Rabu (16/7/2025).
Berto telah menggunakan rekening CIMB Niaga selama kurang lebih lima tahun belakangan. Salah satu fitur yang memudahkan proses transaksi dari wisawatan asing menurutnya adalah fitur BizChannel@CIMB.
”Fitur ini sangat membantu dalam proses transaksi baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu juga penerimaan wise transfer real time dari luar negeri,” ujarnya.
Dia menyebut, tak jarang klien melakukan pembayaran di awal sebelum datang ke Bali untuk berlibur. Pembayaran yang dilakukan klien ke rekening CIMB Niaga milik Berto pun dilakukan dengan mudah tanpa proses yang lama.
”Nah, khususnya penerimaan kiriman dari luar negri yang cepat tanpa pakai waktu yang lama untuk menunggu,” sambung pria yang fasih berbahasa Perancis ini.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS), Denpasar, Prof. Ida Bagus Raka Suardana mengatakan, perbankan di Bali memainkan peran penting dalam menopang sektor pariwisata. Dimana bank menyediakan fasilitas kredit untuk pembangunan hotel, restoran, dan transportasi wisata, serta layanan transaksi digital bagi pelaku usaha dan wisatawan.
Sehingga, memilih bank yang tepat seperti CIMB Niaga sangat krusial bagi pelaku pariwisata. Hal ini karena berkaitan langsung dengan kenyamanan transaksi, keamanan dana, dan kemudahan akses layanan.
”Bank yang menyediakan layanan internasional, seperti akun multivaluta, QRIS lintas negara, dan mobile banking dengan fitur lengkap akan sangat membantu dalam melayani wisatawan mancanegara,” kata Raka Suardana kepada Jawa Pos Radar Bali, Selasa (15/7/2025).
Lanjut dia, bank juga harus memiliki jaringan luas dan pelayanan cepat. Misalnya, pelaku pariwisata di Ubud atau Nusa Dua akan terbantu dengan bank yang punya banyak ATM dan cabang. Sehingga pilihan bank yang tepat bagi pelaku wisatawan juga mencerminkan profesionalisme pelaku pariwisata dan mendukung kepuasan pelanggan wisatawan.
Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali tahun 2024, sekitar 67 persen pelaku pariwisata yang menggunakan transaksi digital mengalami peningkatan pendapatan hingga 20 persen jika dibandingkan mereka yang masih konvensional. Sehingga menurut Raka Suardana, penggunaan layanan perbankan digital berpengaruh signifikan tergadap pendapatan tour guide dan pelaku pariwisata lainnya.
Dengan metode ini, wisatawan asing lebih mudah memberikan pembayaran atau tip tanpa harus menukar uang tunai. ”Tour guide yang menerima QRIS atau transfer bank lebih mudah mendapatkan penghasilan secara langsung dan aman. Selain itu, kemudahan pencatatan keuangan dan pengelolaan dana memungkinkan tour guide merencanakan keuangan lebih baik,” pungkasnya. (***)
Editor : Maulana Sandijaya