MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - SVO, arsitek dari Multi-AI Commerce Super Platform pertama di dunia, akan menggelar Svolution Digital Summit (SDS) 2025.
Event yang menghadirkan ribuan pengusaha dari seluruh dunia ini merupakan pertemuan AI-commerce perdana di Asia Tenggara.
KTT ini akan berlangsung pada tanggal 16-17 September di Nusa Dua Convention Center dengan puncak acara pada tanggal 18 September di Atlas Beach Club. menyatukan 3.000 pengusaha digital, eksekutif Meta dan TikTok, serta para pionir AI untuk menguraikan otomatisasi pendapatan yang terukur.
Andrew selaku Co-founder SVO.ai Malaysia & SDS Co-Organising Chairman menjelaskan, di tengah proyeksi bahwa e-commerce berbasis AI akan menyumbang 30 persen, pendapatan digital global pada tahun 2027 (Gartner), SDS 2025 memberikan kerangka kerja yang dapat diterapkan bagi para pengusaha untuk memanfaatkan "pasukan AI".
Di mana ini merupakan kelompok kecerdasan buatan khusus yang mengotomatiskan hingga 92% alur kerja, mulai dari CRM hingga konversi.
Menurut dia, event ini juga akan memberikan dampak ekonomi luar biasa Bagi Bali. Dimana dengan kehadiran kurang lebih 3.000 orang dari sejumlah negara Asia, Eropa hingga Amerika.
”Ada lebih dari 3 ribu orang datang dari berbagai negara di asia eropa dan Amerika. Hotel, pesawat, dan lainnya akan terisi. Tentunya ini bisa menguntungkan di Bali," katanya di Zin Cafe Canggu, Kuta Utara, Badung pada Kamis (7/8/2025).
Sementara itu, Racheal selaku Organising Chairman, Svolution Digital Summit (SDS) 2025 mengungkap, tak sedikit pula peserta yang memutuskan untuk extend di Bali terlebih dahulus setelah tiga hari event berlangsung.
Berbeda dengan konferensi teknologi tradisional, Svolution Digital Summit (SDS) 2025 berfokus secara eksklusif pada mekanisme monetisasi, dengan 86% sesi menampilkan demo penerapan langsung.
Para peserta akan mendapatkan akses langsung ke funnel siap pakai yang menghasilkan pendapatan berulang.
”Pada 2 hari pertama di Nusa Dua Convention Center, anda bisa mengharapkan sesi Deep-Dive Tactical dengan lebih dari 25 pembicara yang telah terbukti memiliki pendapatan akan mendekonstruksi monetisasi di era AI," ujarnya.
SDS 2025 menargetkan builders berpikiran maju dari para Pengusaha Digital yang meningkatkan skala bisnis dengan ramping dan terotomatisasi oleh AI, pembuat konten yang mensistematisasi produksi konten viral, pemasar E-commerce/afiliasi yang mengoptimalkan funnel konversi, serta pelatih & konsultan yang mengotomatisasi akuisisi klien.
Di mana tujuan SVO adalah mengumpulkan semua AI yang dibutuhkan kewirausahaan Anda dalam satu platform.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada tahun 2025 (Google/Temasek), dimana Bali muncul sebagai destinasi digital nomad nomor 1 ASEAN. Program Visa Digital Nomad yang baru dan infrastruktur serat optik di pulau ini menjadikannya ideal bagi para pelaku perdagangan global.
”SDS memanfaatkan ekosistem ini untuk memposisikan para peserta di pertemuan antara kreator ekonomi ASEAN senilai USD 146 miliar, pasar e-commerce Australia senilai USD 70 miliar, dan modal ventura global yang mengalir ke AI-commerce," pungkasnya. (mar)
Editor : Rosihan Anwar