ACEH SINGKIL, RadarBali.id – Komoditas cabai merah di Pasar Gosong Telaga, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil, mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan.
Setelah sempat berada di level rendah, kini harga cabai merah kembali "pedas" dan melonjak hingga mencapai kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Kenaikan drastis ini mengejutkan para pedagang dan konsumen dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Darma, salah seorang pedagang tradisional di Pasar Gosong Telaga, harga cabai merah terus bergerak naik tanpa kepastian. Hari ini, harga jual bahkan sudah menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.
"Iya, hari ini cabai naik kali. Sekarang sudah di harga Rp100 ribu per kilogram. Padahal kemarin masih di harga Rp50 ribu sekilonya," ujar Darma pada Kamis (25/09/2025). Ia menambahkan bahwa perubahan harga terjadi sangat cepat. "Sekarang harga cabai enggak menentu, setiap hari berubah-ubah. Kemarin Rp80 ribu, hari ini sudah Rp100 ribu per kilogramnya," keluhnya.
Penyebab dan Prediksi Bertahan hingga Nataru
Darma menduga, kenaikan harga yang terlampau tinggi ini kemungkinan besar dipicu oleh faktor cuaca buruk yang berdampak pada menurunnya hasil panen petani. Ia belum dapat memastikan kapan harga akan kembali normal.
Bahkan, Darma memprediksi tren kenaikan harga ini berpotensi bertahan lama. "Kemungkinan harga ini bisa bertahan tinggi hingga Natal dan Tahun Baru 2026," imbuhnya.
Daya Beli Warga Anjlok, Beli Hanya Per Ons
Lonjakan harga yang mencapai dua kali lipat dalam waktu singkat ini langsung berdampak pada daya beli masyarakat.
Dari pantauan di lapangan, tingginya harga cabai merah menyebabkan minat beli konsumen menurun drastis. Rata-rata pembeli kini tidak lagi membeli cabai merah dalam satuan kilogram atau setengah kilogram, melainkan beralih membeli hanya per ons untuk menghemat pengeluaran.
Kondisi ini menambah daftar tantangan ekonomi bagi warga Aceh Singkil di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.[*]
Editor : Hari Puspita