Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

6 Desain Arsitektur Villa Bali Paling Populer Sepanjang Masa

Rosihan Anwar • Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:01 WIB
Bali villa luxury design - sumber: Bali Villa Realty.
Bali villa luxury design - sumber: Bali Villa Realty.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Bali adalah salah satu destinasi wisata favorit banyak orang, baik lokal maupun mancanegara, berkat keragaman budaya serta keindahan alamnya.

Namun, untuk mendukung suasana liburan dengan kenyamanan dan estetika yang maksimal, banyak orang memilih villa sebagai tempat peristirahatan selama berkunjung.

Jadi, bukanlah hal yang asing jika Anda berkunjung ke Bali dan menemukan banyak villa di berbagai daerah, mulai dari kawasan padat seperti Canggu hingga daerah yang masih tergolong sepi seperti Seseh.

Sepintas, villa-villa yang ada di Bali tampak begitu beragam. Namun jika diperhatikan dengan seksama, setidaknya ada 6 desain villa Bali yang paling populer diminati pengunjung dari masa ke masa. Apa sajakah? Berikut ulasannya.

1. Desain Villa Bali Tradisional: Konsep Harmoni dengan Alam

Desain tradisional Bali adalah ikon sejati bagi Pulau Dewata. Terinspirasi oleh filosofi Tri Hita Karana (keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan), villa jenis ini terasa alami dan menenangkan.

Biasanya, villa tradisional memiliki area terpisah (bale) di sekitar taman tengah, menggunakan bahan alami seperti kayu jati, batu alam, bambu, dan atap alang-alang. Villa dengan gaya arsitektur tradisional cocok untuk pecinta budaya dan ketenangan, terutama di area Ubud atau Gianyar.

Ciri khas:

● Ruang terbuka dengan sirkulasi udara alami

● Material alami (kayu, bambu, batu)

● Atap alang-alang yang khas

● Ornamen ukiran Bali di pintu dan tiang

Kelebihan: alami, sejuk, dan punya nuansa spiritual

Kekurangan: perawatan atap lebih sering, rawan lembab dan serangga

2. Desain Javanese Joglo: Konsep Elegan dan Bernilai Tinggi

Desain Javanese Joglo.  Sumber: Bali Villa Realty by ILOT Property Bali.
Desain Javanese Joglo. Sumber: Bali Villa Realty by ILOT Property Bali.

Joglo berasal dari Jawa Tengah dan dulunya hanya dimiliki oleh bangsawan. Atapnya tinggi menjulang, ditopang oleh empat tiang utama (soko guru), menciptakan kesan megah.

Banyak villa di Bali kini menggunakan Joglo antik yang dibongkar dari Jawa dan dirakit ulang—memberi nuansa klasik yang berkelas.

Ciri khas:

● Atap tinggi berbentuk limasan

● Material utama kayu jati tua

● Ukiran detail dengan nilai seni tinggi

Kelebihan: tahan lama, bernilai investasi tinggi

Kekurangan: lebih gelap di dalam, harga bahan mahal

3. Desain Modern Luxury: Gaya Arsitektur Mewah dan Minimalis

Berikutnya ada desain villa modern luxury. Bangunan dengan gaya arsitektur ini sangat mendominasi di kawasan padat pengunjung wisatawan, seperti Canggu, Berawa, atau Bukit Jimbaran.

Banyak ekspatriat menyukai villa modern luxury karena konsepnya yang bersih, fungsional, dan terbuka—mengutamakan cahaya alami dan pemandangan. Alhasil, desain villa ini cocok bagi investor yang mengincar ROI (Return on Investment) tinggi.

Ciri khas:

● Garis tegas dan bentuk geometris

● Material kaca, baja, dan beton poles

● Infinity pool, rooftop lounge, dan smart home system

Kelebihan: mudah dirawat, elegan, dan disukai ekspatriat

Kekurangan: biaya konstruksi lebih tinggi

4. Desain Mediterranean: Villa Cantik, Cerah, dan Instagrammable

Desain Villa Mediterranean Bali Sumber: Ilot Property Bali.
Desain Villa Mediterranean Bali Sumber: Ilot Property Bali.

Anda mungkin akan cukup sering melihat villa gaya mediterania jika berkeliling di Bali. Gaya ini memberi nuansa khas Santorini dengan dinding putih, pintu melengkung, dan aksen terracotta.

Villa mediterranean ini banyak ditemukan di Bingin dan Pererenan, cocok untuk disewakan jangka pendek maupun jangka panjang. Tampilannya yang Instagrammable pun banyak menarik wisatawan muda dan couple.

Ciri khas:

● Dinding putih atau krem terang

● Pintu lengkung dan furnitur built-in

● Kombinasi kayu, batu, dan rotan

Kelebihan: adem, estetik, dan banyak digemari tamu short stay (via Airbnb, Booking, atau Tiket)

Kekurangan: butuh perawatan rutin, terutama pada dinding yang berwarna putih

5. Desain Japandi: Konsep Sederhana, Hangat, dan Damai ala Japan-Scandinavian

Gabungan antara Japanese minimalism dan Scandinavian comfort, gaya ini menonjolkan ketenangan dan kesederhanaan. Tipe villa ini cocok untuk keluarga kecil, atau bagi wisatawan yang berlibur dengan tujuan healing (wellness treat)

Ciri khas:

● Warna netral (kayu muda, krem, abu lembut)

● Furnitur rendah dan fungsional

● Material alami seperti bambu dan linen

Kelebihan: menenangkan, timeless, cocok dengan iklim tropis

Kekurangan: bisa terasa terlalu polos bagi pecinta dekorasi

6. Desain Eco-Friendly: Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Belakangan ini, semakin banyak desain villa Bali yang mengusung konsep eco-friendly. Contohnya seperti villa dengan material bambu, kayu, dan rumah-rumah yang dilengkapi “green technology”, seperti panel surya, rainwater systems, dan desain open-living untuk memaksimalkan aliran udara dan pelepasan panas.

Ciri khas:

● Material alami seperti bambu dan kayu daur ulang

● Menggunakan sistem “green technology”

● Desain open-living untuk pendinginan ruangan alami tanpa AC

Kelebihan: hemat energi operasional, ramah lingkungan, dan punya daya jual tinggi dalam jangka panjang (sustainable)

Kekurangan: biaya instalasi peralatan tinggi dan perlu tukang yang ahli

Tips Memilih Desain Villa Bali yang Tepat

Jika Anda ingin mendesain villa sendiri dengan konsep khas Bali, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

Tentukan tujuan villa. Pikirkan matang-matang tujuan pembuatan villa. Apakah untuk tinggal, disewakan, atau investasi jangka panjang? Arsitektur yang baik adalah desain bangunan yang disesuaikan dengan tujuan hunian.

Sesuaikan dengan lokasi villa. Setiap daerah di Bali memiliki tipe villa yang berbeda-beda. Misalnya, villa gaya tradisional lebih cocok di Ubud, gaya modern lebih mendominasi di Canggu, sedangkan eco-friendly villa banyak dijumpai di Uluwatu.

Gunakan jasa arsitek lokal. Tidak semua arsitek paham kondisi pembangunan di Bali. Sebaiknya gunakan jasa arsitek dan konstruksi lokal Bali yang sudah dijamin paham cara membuat desain dan bangunan yang efisien, estetik, namun sesuai izin.

Itulah gaya desain villa di Bali yang paling banyak digunakan dari masa ke masa. Apapun gaya yang Anda pilih nantinya, kunci dari desain villa Bali yang sukses adalah keseimbangan antara keindahan, fungsi, dan harmoni dengan alam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar