TABANAN,RadarBali.id– Kabar baik datang dari sektor perekonomian Tabanan. Kabupaten lumbung beras Bali ini berhasil menekan laju inflasi secara signifikan, mencapai angka 1,88% pada periode terkini.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian inflasi nasional sebesar 2,65% dan merupakan penurunan tajam dari inflasi Tabanan sebelumnya di angka 2,51%.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, mengungkapkan bahwa terkendalinya inflasi ini adalah hasil langsung dari stabilitas harga dan keamanan pasokan kebutuhan pokok di pasar.
"Stabilnya harga kebutuhan pokok dibarengi dengan keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini yang mampu menekan inflasi di Tabanan," ungkap Widyanti, Minggu (2/11/2025).
Survei di sejumlah pasar tradisional menunjukkan bahwa harga rata-rata bahan pokok utama relatif stabil.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok (Rata-rata Pasar Tabanan):
Beras, tercatat harga beras SPHP Rp 11.000 per kilogram, beras medium 1 Rp 14.597 per kilogram, beras super 1 Rp 15.928 per kilogram, dan beras premium Rp15.814 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng berada di kisaran Rp 20.074 per liter, daging babi Rp 86.510 per kilogram, daging sapi has luar Rp 119.348 per kilogram, daging ayam ras Rp 40.481 per kilogram, dan telur ayam ras Rp 28.745 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, cabai merah besar rata-rata dijual seharga Rp 40.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 29.562 per kilogram, bawang merah Rp33.667/Kg, dan bawang putih Rp 31.621 per kilogram.
Selain itu, harga ikan dan sayuran juga menunjukkan kestabilan, dengan ikan tongkol Rp 30.980 per kilogram, kacang panjang Rp 9.500 per kilogram, kangkung Rp 6.380 per kilogram, serta jeruk lokal Rp 15.436 per kilogram.
Sedangkan harga gula pasir tercatat Rp 17.872 per kilogram dan tepung terigu Rp 12.357 per kilogram.
Harga Daging dan Hasil Pertanian Lain: Daging babi tercatat Rp 86.510/kg dan daging sapi has luar Rp 119.348/kg.
Komoditas hortikultura seperti cabai merah besar (Rp 40.000/kg) dan bawang putih (Rp 31.621/kg) juga menunjukkan kestabilan.
Peringatan Dini Jelang Hari Raya Galungan
Meskipun sukses menekan inflasi, Dinas Ketahanan Pangan Tabanan menyatakan masih ada pekerjaan rumah besar, yaitu menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Galungan pada pertengahan November.
Pihaknya mewaspadai potensi kenaikan harga yang umum terjadi saat hari raya. Inflasi saat Hari Raya umumnya dipengaruhi oleh peningkatan permintaan bahan kebutuhan pokok dan terutama sarana upacara keagamaan.
"Kebutuhan seperti canang sari, buah-buahan, dan kue tradisional biasanya mengalami kenaikan harga signifikan karena permintaan yang melonjak tidak diimbangi pasokan yang memadai," jelas Widyanti.
"Hal ini menjadi perhatian bersama agar tidak berdampak signifikan terhadap inflasi daerah. Maka sangat perlu diwaspadai, terutama menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan," tambahnya.
Pemerintah Imbau Masyarakat Belanja Bijak
Menutup pernyataannya, Widyanti mengajak masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan bahwa kondisi pasar saat ini sehat dan rantai pasok berjalan baik, serta stok pangan di pasar tradisional Tabanan tetap aman dan mencukupi menjelang akhir tahun.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan. Pemerintah memastikan stok pangan di pasar tradisional Tabanan tetap aman dan mencukupi menjelang akhir tahun," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita