TABANAN, radarbali.jawapos.com - Tidak hanya mitra MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang menceritakan bagaimana ia harus mampu menyediakan ribuan paket makanan kepada anak-anak sekolah.
Melainkan kepala SPPG hingga juru yang harus ontime meracik berbagai kebutuhan menu makanan didapur. Seperti apa ceritanya?
Dapur MBG yang berlokasi di Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan sudah beroperasi maksimal. Dengan menyediakan makanan MBG bagi siswa selama lima hari (Senin sampai dengan Jumat). Begitu pula pemberian makanan MBG terhadap balita hingga ibu-ibu hamil di desanya.
Pada dapur MBG milik mitra Ni Nyoman Sarasmini rata-rata setiap hari mendistribusikan makanan kepada 3.883 anak sekolah di wilayah Selemadeg Timur. Ditambah lagi dengan puluhan bali hingga ibu hamil dan menyusui.
Pemberian makanan MBG terhadap ribuan anak sekolah itu ternyata juga tidak lepas dari peran serta Kepala SPPG Dapur hingga juru masak yang setiap hari bergelut meramu menu makanan hingga menyediakan bahan baku pasokan makanan.
Kepala SPPG Bantas, Selemadeg Timur I Nyoman Abi Pramantara mengaku dalam menyiapkan MBG sebanyak 3.883 paket makanan kepada siswa.
Ia bersama pekerja dapur mulai bekerja pada pukul 02.00 wita dini hari sampai mengolah sayur dan lauk makanan untuk MBG.
Kemudian berlanjut melakukan pengemasan untuk setiap porsi makan mulai pukul 04.00 dini hari dan dilakukan pengiriman makanan 07.00 sampai pukul 10.00 wita.
Baru terakhir dilanjutkan kembali dengan pembersihan dan pencucian opreng makanan pukul 13.00 wita.
"Dari 48 pekerja di dapur MBG yang bekerja kami mengatur pola kerja mereka menggunakan model shif. Dimana model shif dominan mereka bekerja saat dini hari," ungkapnya ditemui belum lama ini Kamis (27/11).
Menariknya pula ada aturan yang standar wajib dijalankan untuk pemenuhan MBG dengan standar BGN. Juru masak tidak diperbolehkan memasak makanan sebelum pukul 02.00 wita.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko makanan basi hingga kondisi resiko lainnya.
"Secara aturan baku BGN kami harus mulai operasional di dapur pada pukul 02.00 dini hari untuk penyediaan makanan para siswa saat pagi harinya," ungkapnya.
Tidak hanya itu sebelum dilakukan penyaluran makan kepada para siswa sekolah. Terlebih dahulu harus melalui proses pemeriksaan uji makanan.
Pemeriksaan makanan menggunakan alat uji cepat (Rapid test kid). Dengan pemeriksaan dilakukan oleh ahli gizi yang ditugaskan Badan Gizi Nasional (BGN).
Mereka mengambil setiap sampel makanan. Mulai dari mencium bau makanan, mencicipi layak atau tidak. Termasuk dari sisi gizi dan protein apa sudah terpenuhi atau tidak.
"Kalau seumpama ada makanan yang basi diminta secara langsung untuk diganti,' jelasnya.
Mengenai menu makanan memang berbeda-berbeda yang dianjurkan oleh BGN. Ini untuk mengantisipasi agar murid atau siswa sebagai penerima manfaat agar tidak bosan.
Menu tidak harus monoton. Selain itu harus sesuai dengan standar kebutuhan gizi, protein, vitamin dan lainnya.
Biasanya menu makanan sudah dirancang oleh ahli gizi BGN bersama chef dalam pemberian MBG untuk satu minggu kedepan. Setelah itu baru dikoordinasikan dengan memberitahukan kepada kepala SPPG terkait menu makanan tersebut.
Untuk menu makanan mulai dari olahan daging ayam, olahan ikan, sayur hingga buah-buahan.
"Akan tetapi tidak menutup kemungkinan menu makanan bisa berubah tergantung dari kesedian stok bahan baku makanan yang ada. Karena apa sudah banyak dapur SPPG di Bali itu mempengaruhi bahan baku pangan semakin langka, tuturnya.
Saat memasak pun para pekerja di dapur SPPG harus menggunakan pakaian yang sudah ditemukan sesuai dengan standar BGN. Bahkan juru masak diberikan pelatihan keterampilan memasak dari BGN.
Kendati setiap menyiapkan makanan MBG dapur SPPG dilepas dari pengawasan.
Pelaporan administrasi hingga pengawasan wajib harus diserahkan kepada BIN, Intel Polres dan Kejaksaan hingga pelaporan kepada Polsek dan Polres.
Dari sisi pelaporan kami harus mengirimkan bukti foto makanan, proses pengolahan makanan hingga penyaluran. Dengan pelaporan pula diberikan kepada BGN.
"Super total pengawasan termasuk ada ahli gizi dari BGN yang standby di dapur. Lambast saja dilaporkan langsung ditelepon pihak Intel hingga BIN. Diawasi total pokoknya," bebernya.
Yang seru dan menarik dalam program MBG ini adalah adanya para anak-anak sekolah yang mengirimkan surat cinta. Surat cinta berupa request makanan yang diselipkan pada ompreng tempat makanan.
"Banyak murid mengirim surat-surat cinta, diselip di ompreng dengan surat tersebut berisi request menu makanan hingga ucapan terima kasih atas program MBG dari Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Sementara itu I Wayan Santiasa sebagai juru masak yang setiap pukul 02.00 wita pagi harus mulai bekerja mengaku agar tetap fit kondisi tubuh saat bekerja tak lupa ia harus mengatur jam istirahat.
Ia pun bersama pekerja lainnya meminta vitamin kepada mitra dan kepala SPPG. Itu vitamin harus setiap hari.
"Termasuk kami juga diberikan pemeriksaan kesehatan, karena pasti kesehatan bisa drop meski sudah mengatur istirahat," akunya.
Ia menjelaskan ia setiap hari ia memasak 3 kwintal beras. Memasak nasi pun harus teliti dari kualitas beras.
Kualitas beras yang berbeda, makan kualitas nasi pun bisa berubah. "Jadi titik point pada kualitas beras. Lihat beras dari bungkusnya saja sudah kita tahu. Maka harus tes dulu berasnya dengan dimasak sedikit," tuturnya.
Sementara untuk kebutuhan olahan daging ayam setiap harinya rata-rata 250 kilogram, sayur sekitar 200 kilogram mulai dari kentang, wortel.
Dan untuk buah-buahan seperti semangka sebanyak 500 kilogram, buah melon sebanyak 450 kilogram, jeruk sebanyak 350 kilogram dan anggur sebanyak 175 kilogram dan bahan baku makanan lainnya.
"Sebagian besar bahan baku makanan ini diserap dari warga dan petani lokal di desa," pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar