DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pihak PT Bali Turtle Island Development turut memberikan dukungan terhadap kegiatan upacara Memintar yang digelar oleh Desa Serangan, Denpasar Selatan.
Upacara yang bermakna sebagai penolak bala ini digelar pada Jumat (19/12) sore. Dalam kesempatan itu, pihak PT.BTID juga mengikutsertakan puluhan karyawannya bersama para keluarganya dalam upacara itu.
Zefri Alfaruqy selaku Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development mengatakan, pihaknya sangat antusias berkolaborasi dengan pihak Desa Serangan dalam menyukseskan upacara tersebut.
”Kami antusias berkolaborasi untuk upacara Memintar ini. Seminggu belakangan kami bekerjasama dengan panitia di desa untuk memastikan kegiatan Memintar ini berjalan dengan lancar," katanya kepada media di lokasi pada Jumat (19/12) sore.
Lanjut dia, persiapan dan pemantapan yang melibatkan PT BTID juga termasuk dalam menyediakan tempat pembuangan sampah dan mengurus atau menyediakan rute yang disepakati sebelumnya.
”Hingga adanya partisipasi dari karyawan Dan keluarga untuk ikut dalam upacara Memintar ini," ujarnya.
Menurut dia, dukungan yang diberikan ini merupakan bentuk suport dari pihak PT.BTID terhadap perkembangan adat dan budaya yang ada di Pulau Serangan, Denpasar Selatan. Apalagi, upacara Memintar sendiri telah mulai dilakukan sejak puluhan tahun silam.
”Ini merupakan salah satu dukungn kami dalam melestarikan budaya di pulau serangan. Karena upacara ini sudah dimulai sejak lama dan kalau bisa setiap tahun selalu bisa terlaksana dan tetap bisa berkolaborasi dengan BTID. Karena memang upacara ini setahun sekali yang jatuh di tilem ke 6 setiap tahun," bebernya.
Pada kesempatan yang sama, Sugiana selaku salah satu tokoh pemuda dari Banjar Dukuh, Desa Serangan menjelaskan, upacara Memintar ini telah mulai dilakukan sekitar tahun 1966 dan hingga kini digelar hampir setiap tahun.
”Hingga saat ini upacara Memintar dilakukan hampir dilakuakn setiap tahun, dan umumnya dilakukan di akhir November atau awal Desember," sebutnya.
Dia menjelaskan lebih jauh, prosesi ini diawali dengan keliling pulau Serangan dengan titik awal di Pura Kayangan, kemudian di pantai Melasti dimana di sana akan akan ada doa kepada Ida Betara Dalem Segara untuk penyucian.
”Setelah itu baru dilakukan keliling," imbuhnya. Upacara ini sendiri memiliki esensi sebagai upaya menolak bala dengan tujuan agar jagad alam semesta selalu dalam kondisi selamat. Selain itu juga sebagai bentuk Bhakti kepada yang Maha Kuasa.
Editor : Rosihan Anwar