DENPASAR, radarbali.jawapos.com - PT.Bali Turtle Island Development (BTID) terus melakukan pengembangan kawasannta di Pulau Serangan, Denpasar Selatan.
Dalam proses pembangunan tersebut pihak BTID atau Kura Kura Bali tetap mengedepankan konsep hijau. Area hijau yang ada di kawasan itu tetap dijaga keberadaannya.
Hal ini disampaikan oleh Zefri Alfaruqy selaku Kepala Komunikasi PT.Bali Turtle Island Development (BTID) beberapa waktu lalu di Kura-Kura Bali.
Dia menegaskan, bahwa pihak PT. BTID mendukung penuh konsep pariwisata hijau di Pulau Bali. Hal ini guna mendukung keseimbangan alam, sebagaimana konsep Tri Hita Karana.
”Tentu saja kami mendukung, karena sejauh ini kami sudah mengupayakan bagaimana kawasan ini tetap hijau," katanya kepada Jawa Pos Radar Bali.
Lanjut dia, bahwa di kawasan Kura Kura sendiri terdapat kurang lebih 700 ribu jenis tanaman. Ratusan ribu tanaman ini tersebar hampir di setiap sisi kawasan Kura Kura Bali.
”Karena seperti yang kita ketahui ada sebanyak 700 ribu tanaman yang ada di kawasan kami," ujarnya.
Meski tetap melakukan pengembangan dengan membangun beberapa fasilitas, PT. BTID sebisa mungkin tetap mempertahankan kawasan hijaunya.
”Walaupun pembangunan tetap lanjut, tapi kawasan-kawasan hijau tetap terjaga di sini," imbuhnya.
Sementara itu, beberapa waktu lalu dalam sebuah siaran pers, Butet Linda selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyebutkan kondisi kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Bali tetap solid di tengah sejumlah tantangan global.
Dia menyebut, bahwa kurang lebih pada dua bulan lalu, perkembangan investasi di Bali telah mencapai 52,60 persen dan dinyatakan on track terhadap target.
Butet menyebut, bahwa terdapat dua KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Bali, yakni KEK Sanur, Denpasar Selatan dan KEK Kura-Kura Bali, Pulau Serangan, Denpasar. Keduanya masuk ke dalam realisasi investasi terbaik secara nasional pada tahun 2024. Bahkan efeknya juga menular pada penyerapan tenaga kerja yang cukup besar.
Dari capaian itu, Bank Indonesia memandang bahwa investasi berbasis kawasan dan infrastruktur strategis menjadi penggerak utaman ekonomi Bali ke depan.
”Sektor pariwisata masih menjadi sektor unggulan dalam menopang pertumbuhan ekonomi di Bali. Sejalan dengan hal tersebut arah pengembangan Quality Tourism perlu diperkuat," pungkas Butet. (mar)
Editor : Rosihan Anwar