MANGUPURA, radarbali.jawapos.com -Konsumsi BBM di Pulau Bali mengalami peningkatan signifikan selama periode liburan Natal dan Tahun Baru 2026.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Todotua Pasaribu saat meninjau langsung kesiapan operasional di SPBU Angkasa 53.803.12 yang beralamat di Jl. Airport Ngurah Rai No. 800, Tuban, Kuta, Badung pada Rabu (31/12/2025).
Pasaribu menjelaskan, peningkatan konsumsi ini sejalan dengan meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik ke Pulau Bali pada momentum liburan Natal dan Tahun Baru.
Pengecekan langsung terkait kesiapan operasional di lapangan pun menurutnya sangat perlu dilakukan guna memastikan kelancaran suplai ke masyarakat.
Peningkatan konsumsi ini kata dia meningkat kurang lebih sebesar 10 persen terhadap produk gasoline seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dex dan Dexlite.
”Kita ingin memastikan bahwa pelayanan ini bisa berjalan dengan baik dan juga adanya peningkatan konsumsi ini juga bisa ter-cover dengan baik. Kalau ini secara angkanya itu kurang lebih sekitar 10 persen untuk produk gasoline," katanya kepada media.
Selain produk gasoline, peningkatan konsumsi juga terjadi produk gas LPG. Pria yang juga Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM ini menyebut peningkatan konsumsi LPG ini sebanyak kurang lebih 898 metrik ton per hari atau sekitar 2,3 hingga 3 persen.
Jadi, kehadiran kami ini kita untuk melakukan pengecekan terhadap ketersediaan penyaluran keamanan daripada ketahanan energi.
Karena ketahui bersama bahwa provinsi Bali adalah provinsi salah satu yang kunjungan wisatawannya terbesar di Indonesia," imbuhnya.
Dengan adanya peningkatan itu, Pertamina memastikan bahwa pelayanan yang diterima masyarakat bisa tercover dengan baik. Meski beberapa jenis BBM mengalami peningkatan drastis, BBM jenis solar menurut Pasaribu tidak meningkat secara signifikan.
Hal itu menurutnya karena banyak kendaraan wisatawan dari luar kota yang tak menggunakan BBM jenis solar. ”Mungkin solar tidak terlalu signifikan," tandasnya. (mar)
Editor : Rosihan Anwar