DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Tidak hanya sibuk mengurus domestik yang sering dianggap sekadar urusan dapur, ribuan ibu rumah tangga tapi juga berdaya penggerak ekonomi keluarga yang strategis.
Pada gelaran Miss Cimory Awards 2026, sebuah ajang apresiasi bagi lebih dari 460 ibu yang sepanjang tahun lalu berhasil membuktikan kemandirian finansial bisa dimulai dari teras rumah.
Melalui sistem kemitraan yang dibangun sejak 2013, program ini kini telah mengajak lebih dari 10.000 ibu di 17 provinsi, membuka peluang bagi mereka untuk mandiri secara ekonomi tanpa harus menanggalkan peran utama di dalam keluarga.
Direktur Cimory Group, Hendri Viarta, menekankan, program ini sejatinya lahir dari keyakinan akan potensi besar ibu rumah tangga sebagai pengambil keputusan finansial yang andal.
“Sejak awal, Miss Cimory bukan tentang jualan semata. Program ini lahir dari keyakinan bahwa ibu rumah tangga punya potensi besar sebagai pengambil keputusan finansial keluarga. Mereka adalah CFO dari teras rumah,” ujarnya.
Salah satu rahasia di balik ketangguhan mental para ibu ini adalah tradisi Noon Ceremony, sebuah sesi belajar setiap pukul satu siang.
Setelah urusan sekolah anak dan keperluan dapur selesai, mereka berkumpul untuk mengasah keterampilan diri, mulai dari seni berkomunikasi hingga literasi digital.
Dampak dari pelatihan rutin ini tidak hanya terlihat pada angka penghasilan yang mampu menyamai atau melampaui standar upah minimum, tetapi pada perubahan cara berpikir dalam mengelola aset.
Hendri menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kedisiplinan yang ditempa setiap hari.
“Pemenang kami adalah mereka yang konsisten hadir di Noon Ceremony dan memiliki integritas tinggi.
Kami ingin memperkuat pribadi para ibu dari sosok yang mungkin dulunya pemalu menjadi 'Ibu Profesional' yang disiplin, jujur, dan berwawasan luas,” tambahnya.
Pendapatan yang mereka tidak hanya untuk sehari-hari, tapi investasi dan juga tabungan masa depan. dialokasikan untuk dana pendidikan anak, tabungan kesehatan, hingga jaminan hari tua.
“Kami melihat ada perubahan cara berpikir. Para ibu ini tidak sekadar mencari tambahan uang belanja, mereka sedang merancang masa depan. Mereka belajar mengelola risiko dengan berinvestasi dan membangun aset.
Ini adalah bukti nyata kemandirian finansial yang berkelanjutan,” jelas Hendri.
Pada tahun 2025, di mana 29 anak dari para mitra berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana (S1).
Sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi tersebut, tahun ini apresiasi diberikan kepada 461 peserta berprestasi, termasuk peningkatan kuota program Umrah menjadi 90 orang.
Menutup pernyataannya, Hendri mengajak lebih banyak ibu rumah tangga untuk mengambil langkah berani melalui sistem kemitraan tanpa modal yang berasaskan kepercayaan.
Ia berharap setiap ibu di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi berdaya, mandiri, dan visioner demi masa depan keluarga mereka.
Editor : Rosihan Anwar