DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Isu negatif terkait pinjaman online (pinjol) rupanya mendorong manajemen KrediOne turun melakukan edukasi. Meluruskan isu sehingga tidak menjadi stigma buruk.
Itu sebabnya manajemen salah satu lembaga keuangan KrediOne Jakarta melakukan kunjungan (visit) media di dapur redaksi Jawa Pos Radar Bali, radarbali.id dan Jawa Pos TV Bali, Kamis 5 Februari 2026.
Rombongan dipimpin Direktur IT & Ops KrediOne, Defrian Afdi dan Habriyanto Rosyidi selaku Governance & Public Relation Manager KrediOne, ditemui pemimpin redaksi radarbali.id dan Jawa Pos TV Bali, Muhammad Ridwan dan marketing Titis Arty Pamungkas.
Dalam perbincangan rileks, Habriyanto Rosyidi menjelaskan sangat penting berkunjung di media menyusul semakin ramainya masalah pinjol.
”Kami tidak menggunakan diksi pinjol melainkan pindar atau pinjaman daring agar jelas dan tegas bahwa KrediOne bukan lembaga kreditur ilegal,” terang Habriyanto Rosyidi.
Pihaknya menyatakan ingin terus bergandengan dengan media untuk memastikan bahwa pindar legal aman, terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
”Ini memang perlu edukasi sehingga kami memandang media menjadi partner tepat agar publik mampu membedakan mana yang legal dan ilegal,” tukasnya.
Terlebih tambahnya, yang ilegal pun saat ini membuat nama yang mirip-mirip dengan yang legal.
”Kami memastikan bahwa pola tagihan dilakukan secara humanis, karena tanpa user lembaga keuangan tak ada artinya,” ujarnya.
Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat dari Direktur IT & Ops KrediOne, Defrian Afdi kepada Muhammad Ridwan.***
Editor : M.Ridwan