Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gas Langka Lagi, Harga Tembus Rp25 Ribu, Pembeli Wajib Setor KTP Pula

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 9 Februari 2026 | 21:34 WIB

ilustrasi elpiji 3 kg. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi elpiji 3 kg. (gambar digital gemini/radar bali)

DENPASAR, RadarBali.id – Masyarakat di sejumlah wilayah Bali kembali didera kesulitan mendapatkan LPG subsidi 3 kg atau "gas melon".

Kelangkaan ini terpantau meluas mulai dari Denpasar, Gianyar, hingga kawasan Kuta Utara, yang memicu lonjakan harga di tingkat pengecer serta aturan pembelian yang kian ketat.

Baca Juga: Dapat Keluhan Kelangkaan Elpiji, Tim Satgas Temukan Satu Pangkalan Bandel, Jual Gas Melon Lebih dari Ketentuan HET

Di tingkat warung kelontong, gas subsidi ini tak hanya sulit dicari, tetapi harganya pun melonjak tajam. Para pengecer mematok harga hingga Rp25.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Barang Bukti Gas Melon Ribuan, Denda Bisa Puluhan Miliar

Aturan Ketat di Warung Pengecer

Pantauan di lapangan menunjukkan fenomena baru di tingkat pengecer. Beberapa pemilik warung kini menerapkan aturan wajib menunjukkan KTP bagi calon pembeli. Kebijakan "satu KTP satu tabung" ini terpaksa dilakukan demi meredam aksi borong di tengah seretnya pasokan.

Kondisi ini diperparah dengan jadwal pengiriman yang tidak menentu. "Seminggu ini belum ada kiriman lagi," keluh salah satu pemilik warung Madura di kawasan Canggu, Kuta Utara, Senin (9/2/2026).

Ia mengaku distributor hanya mengirim pasokan sekali dalam seminggu, padahal permintaan masyarakat sedang tinggi-tingginya.

Respons Pertamina: Stok Aman, Kendala di Pengecer

Menanggapi jeritan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus angkat bicara. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan bahwa distribusi LPG 3 kg di wilayah Bali sebenarnya tetap berjalan aman dan terkendali.

Menurut Ahad, kesulitan yang terjadi di lapangan dipicu oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama di area perbatasan kota. Ia menegaskan bahwa lonjakan harga hingga Rp25.000 hanya terjadi di tingkat pengecer dan tidak mencerminkan jalur resmi distribusi Pertamina.

"Pasokan LPG subsidi di pangkalan resmi dalam kondisi mencukupi dan tetap disalurkan sesuai ketentuan HET. Kami terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan tepat sasaran," tegas Ahad dalam keterangan resminya.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai ketentuan dan menjamin ketersediaan stok yang lebih stabil.[*]

Editor : Hari Puspita
#pertamina #gas elpiji #gas melon #kelangkaan #gas subsidi 3 kg