RADAR BALI - Memasuki penutupan pekan pada Jumat (27/2/2026) pagi, grafik harga emas batangan di Pegadaian menunjukkan tren mendatar.
Berdasarkan pantauan data terbaru melalui laman resmi Sahabat Pegadaian, tidak ada pergerakan harga baik pada produk Galeri 24 maupun UBS jika dibandingkan dengan posisi perdagangan hari sebelumnya.
Saat ini, emas cetakan Galeri 24 untuk ukuran 1 gram masih dibanderol seharga Rp 3.065.000.
Setali tiga uang, emas UBS juga mempertahankan posisinya di angka Rp3.083.000 per gram.
Harga-harga ini terpantau belum bergerak sejak pembaruan terakhir pada Kamis siang lalu.
Rincian Harga Emas Antam
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat pagi tercatat tetap di level Rp 3.039.000 per gram.
Posisi ini bertahan sejak kenaikan terakhir yang terjadi pada Kamis siang. Berikut rinciannya:
0,5 gram: Rp 1.569.500
1 gram: Rp 3.039.000
2 gram: Rp 6.018.000
5 gram: Rp 14.970.000
10 gram: Rp 29.885.000
100 gram: Rp 298.112.000
1.000 gram: Rp 2.979.600.000
Pembelian emas Antam dikenakan pajak PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Sementara itu, harga penjualan kembali (buyback) berada di kisaran Rp 2.818.000 per gram.
Rincian Harga Emas Galeri 24
Produk emas Galeri 24 menawarkan fleksibilitas bagi investor dengan pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga kepingan terbesar 1 kilogram.
Berikut adalah rincian nominalnya:
0,5 gram: Rp1.608.000
1 gram: Rp3.065.000
5 gram: Rp15.028.000
10 gram: Rp29.977.000
50 gram: Rp148.956.000
100 gram: Rp297.764.000
500 gram: Rp1.485.162.000
1.000 gram: Rp2.970.323.000
Rincian Harga Emas UBS
Sementara itu, untuk emas produksi UBS, ketersediaan unit dimulai dari ukuran 0,5 gram hingga maksimal 500 gram dengan rincian harga sebagai berikut:
0,5 gram: Rp1.666.000
1 gram: Rp3.083.000
5 gram: Rp15.118.000
10 gram: Rp30.078.000
50 gram: Rp149.784.000
100 gram: Rp299.450.000
250 gram: Rp748.404.000
500 gram: Rp1.495.051.000
Meskipun saat ini harga cenderung stabil, para pengamat pasar komoditas tetap mengingatkan adanya potensi volatilitas.
Faktor eksternal seperti nilai tukar rupiah dan kebijakan moneter global tetap menjadi variabel kunci yang dapat mengubah arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat.***
Editor : Ibnu Yunianto