Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Emas Anjlok Hari Ini 21 Maret 2026: Rekor Terburuk dalam 43 Tahun!

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:45 WIB

ilustrasi emas batangan.
ilustrasi emas batangan.

RADAR BALI - Harga emas dunia babak belur pada penutupan perdagangan pekan ini.

Secara mingguan, logam mulia ini mencatatkan rekor kejatuhan terburuk sejak Maret 1983, atau dalam 43 tahun terakhir.

Berdasarkan data Refinitiv pada Jumat (20/3/2026), harga emas ditutup ambruk 3,32 % ke posisi USD 4.494,02 per troy ons.

Pelemahan tajam ini memperpanjang derita emas yang telah merosot hingga 13,43% selama delapan hari beruntun.

Posisi penutupan tersebut merupakan yang terendah dalam tiga bulan terakhir.

Secara akumulatif dalam sepekan, harga emas anjlok 10,58%, menjadikannya rapor mingguan paling kelam sejak empat dekade silam.

Pemicu utama rontoknya harga logam mulia adalah laporan rencana Amerika Serikat untuk mengerahkan tambahan ribuan marinir dan pelaut ke Timur Tengah.

Langkah militer ini memicu kekhawatiran pasar akan lonjakan harga minyak bumi yang dapat memicu inflasi tinggi, yang pada gilirannya akan memaksa bank sentral menaikkan suku bunga.

Kondisi ini membuat indeks dolar AS menguat tajam ke level 99,65, sementara imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun melesat ke 4,39%, level tertinggi sejak Juli 2025.

Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara kenaikan yield obligasi mengurangi daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa arah kebijakan moneter ke depan menghadapi tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi akibat perang yang meluas.

Hal ini diperparah dengan ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa dan Bank of England kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga pada April mendatang.

Dampak pada Harga Emas Domestik Sabtu 21 Maret 2026

Anjloknya harga emas dunia turut memberikan tekanan pada pasar domestik di Indonesia.

Memasuki hari Sabtu (21/3/2026), harga emas batangan menunjukkan tren penurunan di beberapa produsen, meskipun harga Antam terpantau stagnan setelah sempat ambles signifikan pada hari sebelumnya.

Berikut adalah perbandingan harga emas untuk ukuran 1 gram per Sabtu, 21 Maret 2026:

Jenis Emas              Harga Hari Ini (per Gram)               Perubahan

Antam                      Rp 2.893.000                                     Tetap (Stagnan)
UBS                         Rp 2.933.000                                     Turun Rp 11.000
Galeri 24                  Rp 2.920.000                                     Turun Rp 10.000

Penurunan harga pada cetakan UBS dan Galeri 24 memberikan pilihan yang lebih beragam bagi investor di akhir pekan.

Sementara itu, harga buyback atau jual kembali emas Antam saat ini berada di kisaran Rp 2.610.000 per gram.

Gejolak di pasar global diperkirakan masih akan berlanjut. Analis menyebut logam mulia akan menjadi sangat volatil dalam waktu dekat seiring dengan perkembangan situasi geopolitik dan respons kebijakan bank sentral dunia terhadap inflasi energi.&&&

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Galeri 24 #UBS #ekonomi global #Pasar Modal #emas antam #Harga Emas 21 Maret 2026 #harga emas dunia #investasi emas #logam mulia #harga emas hari ini #antam #inflasi