Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bahlil Jamin Harga BBM Tak Naik, Malaysia Mulai Pangkas Subsidi

Dhian Harnia Patrawati • 2026-03-27 08:44:40
Petugas mengisikan BBM di SPBU. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak menaikkan harga BBM per April 2026.
Petugas mengisikan BBM di SPBU. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak menaikkan harga BBM per April 2026.

 

RADAR BALI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Solar dan Pertalite (RON 90), dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan bagi masyarakat di tengah lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

"Semua juga mobil listrik dilayani dengan baik, kemudian LPG juga terlayani dengan baik selama masalah perang dan Solar pun terlayani dengan baik dengan harga yang alhamdulillah sampai sekarang belum ada kenaikan. Kita belum menaikkan harga," tegas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia seperti dikutip Antara, Kamis (26/3/2026).

Ketua umum Golkar mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen mencari solusi pendanaan agar fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat perang tidak langsung menghantam daya beli masyarakat di Tanah Air.

Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk merumuskan skema subsidi yang tepat tanpa membebani APBN secara berlebihan.

"Semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat. Jadi untuk subsidi, saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik sekalipun krisis tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya," tambah Bahlil.

Malaysia Mulai Pangkas Kuota Pembelian BBM Bersubsidi

Kondisi berbeda terjadi di negeri jiran. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan kebijakan strategis untuk menghadapi risiko dampak perang Timur Tengah terhadap pasokan energi Malaysia.

Mulai 1 April 2026, Pemerintah Malaysia akan memangkas kuota BBM subsidi jenis bensin RON 95 (Budi95) dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

Meskipun kuota dikurangi, PM Anwar Ibrahim memastikan harga jualnya tidak berubah di angka RM 1,99 per liter (sekitar Rp 8.423).

Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Malaysia hanya menggunakan sekitar 100 hingga 200 liter bensin per bulan.

"Kami tahu bahwa ini telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan kami juga harus mengambil beberapa langkah tambahan," kata Anwar Ibrahim dalam pidato khusus yang disiarkan langsung lewat tayangan daring, dikutip dari The Star, Kamis (26/3/2026).

"Langkah ini tentu saja bersifat sementara, menunggu situasi minyak, pasokan minyak, dan ekonomi dunia pulih," ungkap Anwar Ibrahim. 

Ketegangan di Selat Hormuz

Krisis energi ini dipicu oleh eskalasi agresi militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Situasi memburuk setelah Iran mengambil kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak dunia yang menghubungkan pusat-pusat produksi minyak dunia di kawasan Teluk.

Menanggapi situasi genting ini, Menteri Bahlil meminta dukungan masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi energi dengan bijak.

"Kami meminta dukungan masyarakat berupa konsumsi energi dengan bijak dan tidak melakukan penimbunan, sehingga stok BBM di dalam negeri bisa stabil," tutup Bahlil.***dhi

Editor : Ibnu Yunianto
#subsidi bbm #selat hormuz #malaysia #Israel #prabowo #menteri esdm #perang Iran Amerika Serikat #harga bbm #Bahlil Lahadalia #Anwar