Penuhi Kompetensi, Ribuan PMI Diberangkatkan ke Bulgaria, Lulusan Kampus Pariwisata Mendominasi

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 14:51 WIB
Pelepasan ribuan PMI disaksikan langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Hotel Prama, Sanur, Denpasar Selatan Kamis (2/4/2026).Pelepasan ribuan PMI disaksikan langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Hotel Prama, Sanur, Denpasar Selatan Kamis (2/4/2026).

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pemberangkatan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali ke Bulgaria, dilakukan secara bertahap mulai bulan April 2026 ini.

Dari ribuan PMI tersebut, ratusan di antaranya berasal dari satu perusahaan penempatan tenaga kerja sektor jasa dan hospitality. 

Pelepasan ribuan PMI tersebut disaksikan langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Hotel Prama, Sanur, Denpasar Selatan Kamis (2/4/2026).

Pemberangkatan PMI dilakukan secara bertahap mulai April 2026 setelah seluruh proses administrasi, termasuk work permit dan visa kerja, selesai diproses.

Pelepasan 1.000 PMI sektor hospitality ke Bulgaria yang digelar di Denpasar menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penempatan tenaga kerja luar negeri secara prosedural sekaligus menekan angka pengangguran di Bali.

Direktur Integrated Facility Services, Alit Budi Sastrawan mengatakan pihaknya mengirim sekitar 500 PMI ke Bulgaria dari total sekitar 1.300 PMI asal Bali yang diberangkatkan melalui beberapa perusahaan dalam satu konsorsium penempatan tenaga kerja.

“Dari Bali total sekitar 1.300 orang, dari konsorsium perusahaan seperti Lasolas dan SMJ sekitar 1.800 orang, dan total dari seluruh Indonesia sekitar 2.300 orang. Khusus dari perusahaan kami sekitar 500 orang,” kata Alit Sastrawan kepada media disela pelepasan PMI di Hotel Prama, Denpasar, Kamis (2/4/2026).

Lebih jauh Alit Sastrawan menjelaskan sekitar 50 persen PMI yang diberangkatkan melalui perusahaannya merupakan alumni kampus pariwisata di Bali, khususnya lulusan Royal Bali College.

Baginya, hal ini menunjukkan penempatan PMI ke luar negeri, khususnya sektor hospitality, mulai terintegrasi dengan pendidikan vokasi pariwisata di Bali.

PMI yang diberangkatkan, lanjut Alit Sastrawan akan bekerja di berbagai posisi di sektor hospitality di Bulgaria, mulai dari posisi manajemen hotel, restoran, bagian pelayanan, housekeeping, dapur, hingga bagian pencucian peralatan atau steward.

“Hotel-hotel partner di Bulgaria membutuhkan semua posisi, dari manajemen sampai bagian paling bawah, seperti kitchen, steward, dan bagian operasional lainnya,” jelasnya.

Dari sisi kualitas, Alit Sastrawan menyebut para PMI yang diberangkatkan dinilai sudah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah dan sebagian besar sudah memiliki pengalaman kerja di sektor pariwisata dan hospitality.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, IB Setiawan, mengatakan penempatan PMI ke luar negeri menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan pengangguran dan kemiskinan, meskipun secara statistik tingkat pengangguran dan kemiskinan Bali termasuk yang terendah di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah juga menyoroti masih adanya PMI yang berangkat secara non-prosedural, sehingga penguatan pendataan tenaga kerja dan tata kelola penempatan menjadi prioritas pemerintah daerah maupun pusat.

Sementara, pemerintah pusat melalui Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia P2MI Mukhtarudin menegaskan pekerja migran memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun serta membantu meningkatkan daya beli masyarakat di daerah.

Mukhtarudin menyampaikan bahwa para PMI yang diberangkatkan merupakan pekerja terpilih yang telah melalui proses pelatihan dan persiapan cukup panjang, mulai dari pelatihan keterampilan, bahasa, hingga pembekalan budaya kerja luar negeri.

Ia menyebut keberangkatan PMI bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga menjadi duta bangsa di luar negeri.

Mukhtarudin menyoroti masih maraknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri secara non-prosedural. 

"Penguatan perlindungan PMI harus dilakukan dari sebelum keberangkatan hingga setelah kembali ke Indonesia," ucapnya seraya menyebut terbukanya pasar kerja luar negeri.

Pemerintah berharap penempatan PMI ke luar negeri dapat dilakukan secara lebih tertib, terdata, dan prosedural, sekaligus meningkatkan kualitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Editor : Rosihan Anwar
Menteri P2MI pmi