RADAR BALI – Dunia internasional menyambut lega pengumuman resmi dari Teheran bahwa Selat Hormuz kini telah "sepenuhnya terbuka" bagi lalu lintas kapal komersial.
Langkah besar ini menandai titik balik penting menuju penghentian ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang sempat melambungkan harga energi global.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melalui unggahannya di platform X menyatakan bahwa sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dinyatakan terbuka penuh.
Presiden AS Donald Trump pun merespons positif perkembangan ini, menyebut selat tersebut kini siap untuk operasi komersial secara total.
Harga Minyak Dunia Anjlok
Keputusan pembukaan jalur strategis yang dilalui seperlima distribusi minyak dunia ini langsung memicu aksi jual di pasar komoditas.
Harga minyak mentah dunia mengalami terjun bebas hingga lebih dari 10% tak lama setelah pengumuman tersebut.
Minyak Brent anjlok ke level 86,52 dolar AS per barel dari pembukaan sebelumnya di kisaran 98 dolar AS.
Minyak WTI merosot tajam dari 93 dolar AS ke posisi 80,56 dolar AS per barel.
Penurunan ini meredakan kekhawatiran global setelah harga minyak sempat menyentuh level 120 dolar AS per barel akibat konflik yang dimulai akhir Februari lalu.
Ironi di Indonesia: Harga BBM Non-Subsidi Justru Melambung
Meski harga minyak mentah dunia menunjukkan tren penurunan signifikan, kondisi sebaliknya justru terjadi di pasar domestik Indonesia.
Per hari ini, Sabtu, 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga ke atas untuk sejumlah jenis BBM non-subsidi.
Kenaikan tertinggi mencapai Rp 9.400 per liter pada produk Dexlite dan Pertamina Dex.
Berikut adalah rincian harga baru untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:
Jenis BBM Harga Lama Harga Baru (18 April) Kenaikan
Dexlite Rp14.200 Rp23.600 Rp9.400
Pertamina Dex Rp14.500 Rp23.900 Rp9.400
Pertamax Turbo Rp13.100 Rp19.400 Rp6.300
Harga di wilayah lain seperti Sumatera atau Kalimantan berpotensi lebih tinggi karena perbedaan pajak (PBBKB).
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi dan penugasan.
Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, BioSolar Rp6.800 per liter, dan Pertamax (RON 92) tetap di angka Rp12.300 per liter.
Sentimen Pasar Global
Selain minyak, pasar keuangan global menunjukkan dinamika yang beragam. Harga emas terus menunjukkan tren menguat (bullish) dan diprediksi menuju level 5.000 dolar AS per troy ons seiring beralihnya minat investor ke aset aman (safe haven).
Di sisi lain, bursa saham global seperti Wall Street justru melonjak tajam. Pelaku pasar optimis bahwa biaya logistik dan energi akan jauh lebih murah di masa depan menyusul normalisasi di Selat Hormuz. ***
Editor : Ibnu Yunianto