Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

IHSG Hari Ini Anjlok 3,26 Persen, Investor Asing Buang Saham BBCA, BMRI, dan Astra

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 24 April 2026 | 15:35 WIB
IHSG hari ini anjlok 3,26% ke level 7.138. Investor asing terpantau buang saham BBCA Rp1,3 triliun, BMRI, dan Astra (ASII) di tengah pelemahan Rupiah ke Rp17.286 per Dollar AS serta penurunan outlook ekonomi dari Fitch.
IHSG hari ini anjlok 3,26% ke level 7.138. Investor asing terpantau buang saham BBCA Rp1,3 triliun, BMRI, dan Astra (ASII) di tengah pelemahan Rupiah ke Rp17.286 per Dollar AS serta penurunan outlook ekonomi dari Fitch.

 
RADAR BALI – Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam 3,26 persen ke level 7.138,32 pada penutupan sesi II, Jumat (24/4/2026).

Sentimen negatif global dan domestik memicu aksi jual masif, terutama oleh investor asing yang melepas saham-saham big caps.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan aksi jual besar-besaran dengan total penjualan mencapai Rp 5 triliun.

Sementara itu, total pembelian hanya berada di angka Rp 3,0 triliun, sehingga mencatatkan penjualan bersih (net sell) asing sebesar Rp 2 triliun.

Aksi buang saham ini dipicu oleh sejumlah faktor krusial, di antaranya:

Pelemahan Rupiah: Nilai tukar Rupiah menembus level psikologis baru di angka Rp 17.286 per Dollar AS.

Geopolitik: Ketidakpastian di Selat Hormuz akibat ketegangan AS-Iran memicu aksi risk-off global.

Rating Kredit: Penurunan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings.

Perbankan Jadi Sasaran Utama: Mengapa BBCA Dilepas?

Merinci data Indo Premier, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi penekan utama setelah mencatatkan net sell fantastis mencapai Rp 1,3 triliun. Langkah ini diikuti oleh pelepasan saham perbankan plat merah lainnya seperti BBRI dan BMRI.

Pelepasan masif pada saham BBCA bukan mencerminkan kinerja internal perseroan, melainkan murni faktor makroekonomi.

Sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan paling likuid, BBCA menjadi instrumen utama bagi investor asing untuk menarik dana (capital outflow) guna mengamankan aset di tengah menyusutnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar.

Selain itu, sektor perbankan sangat sensitif terhadap penurunan outlook kredit nasional serta ancaman stagflasi global yang membayangi pertumbuhan ekonomi.

Daftar 10 Saham Net Sell Terbesar:

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp 1,3 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp 287,5 miliar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp 192,4 miliar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp 70,4 miliar

PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) – Rp 55,5 miliar

PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) – Rp 43,3 miliar

PT Petrosea Tbk. (PTRO) – Rp 27,9 miliar

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp 26,2 miliar

PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) – Rp 24,7 miliar

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) – Rp 23,8 miliar

Minat Beli Terbatas di Sektor Komoditas

Di tengah koreksi dalam, investor asing terpantau masih melakukan akumulasi pada beberapa saham secara terbatas, terutama di sektor komoditas dan energi yang diuntungkan oleh kenaikan harga global akibat tensi geopolitik.

Daftar 10 Saham Net Buy Terbesar:

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp 35,2 miliar

PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp 33,1 miliar

PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) – Rp 23,9 miliar

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) – Rp 21,4 miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp 20,3 miliar

PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (EMAS) – Rp 20,3 miliar

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp 19,0 miliar

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) – Rp 18,2 miliar

PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp 15,0 miliar

PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) – Rp 14,6 miliar

Ringkasan Statistik Pasar

Penutupan perdagangan sesi II menunjukkan dominasi warna merah di seluruh papan pengumuman.

Sebanyak 642 saham melemah, berbanding terbalik dengan hanya 90 saham yang menguat, sementara 82 saham lainnya stagnan.

Total nilai transaksi harian mencapai Rp 15,02 triliun dengan volume perdagangan sekitar 28,6 miliar saham.

Pelemahan terdalam secara sektoral dipimpin oleh indeks infrastruktur (IDXINFRA) dan energi (IDXENERGY).***

Editor : Ibnu Yunianto
#BMRI #BBCA #ihsg anjlok #ihsg hari ini #bbri