DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Konsorsium LESTARI (Leveraging Sustainable Access for Resilient Inclusion) menyelenggarakan Demo Day di Bali sebagai upaya mendorong akses pembiayaan hijau yang lebih inklusif bagi UMKM, khususnya wirausaha perempuan dan penyandang disabilitas.
Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Hotel Prime Sanur ini mempertemukan pelaku usaha dengan investor, pembuat kebijakan, dan mitra strategis untuk menjembatani kebutuhan pendanaan dengan peluang investasi berkelanjutan.
Demo Day merupakan puncak dari program inkubasi LESTARI, sebuah inisiatif peningkatan kapasitas yang bertujuan memperkuat kesiapan UMKM dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan dan mengakses pembiayaan hijau.
Program ini dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Wastehub Alam Lestari (Wastehub®), bersama Difalink, Jepara Green Generation, dan Flores Bumi Lestari, dengan dukungan KINETIK-kemitraan Australia-Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan transisi energi yang adil. Selama kurun waktu enam bulan dari Desember 2025 hingga Mei 2026, ada tiga fase utama program: riset berbasis bukti, inkubasi inklusif, dan demo day. Pada fase riset, LESTARI mengidentifikasi faktor hambatan dan pendorong UMKM dalam ekosistem pembiayaan hijau.
Temuan ini kemudian diintegrasikan dalam fase inkubasi inklusif melalui pelatihan dan pendampingan bagi 30 UMKM terpilih terkait ESG (Environmental, Social, and Governance), pengembangan bisnis, serta literasi keuangan, termasuk akses pembelajaran mandiri melalui platform KINETIK.
Fase terakhir yaitu demo day yang menghadirkan 15 UMKM untuk berinteraksi langsung dengan investor dan pemangku kepentingan melalui sesi pitching, pameran bisnis, diseminasi riset, talk show lintas sektor, serta kunjungan lapangan ke Desa Kiadan dan Makadaya Impact Centre.
Diseminasi Riset Kesiapan UMKM Hijau Dalam rangkaian demo day, diseminasi hasil riset LESTARI menyoroti bahwa praktik keberlanjutan telah mulai dijalankan oleh sebagian besar UMKM, meskipun masih bersifat informal dan belum terdokumentasi secara sistematis. Berbagai langkah sederhana seperti penggunaan bahan ramah lingkungan dan pengelolaan limbah menunjukkan adanya fondasi awal menuju bisnis berkelanjutan.
Namun demikian, kesiapan dalam mengakses pembiayaan hijau masih perlu diperkuat, terutama dalam aspek literasi keuangan, legalitas usaha, serta pemahaman terhadap skema pendanaan.
Meski begitu, tingginya minat UMKM untuk berkembang serta kepercayaan yang telah terbangun melalui ekosistem lokal seperti koperasi dan komunitas menjadi peluang penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
UMKM berpotensi semakin terhubung dengan pembiayaan hijau dengan dukungan yang tepat dan pendekatan yang inklusif. Peran LESTARI sebagai Ruang Pertemuan UMKM dan Investor Melalui Demo Day, LESTARI berperan sebagai ruang interaksi yang mempertemukan UMKM dengan investor, pembuat kebijakan, dan mitra strategis secara langsung. Rangkaian sesi pitching, pameran bisnis, serta konsultasi dan matchmaking membuka peluang terjadinya pertukaran perspektif yang konstruktif. UMKM dapat memahami lebih dalam ekspektasi investor, sementara investor memperoleh gambaran mengenai potensi dan tantangan bisnis inklusif berbasis keberlanjutan.
“Partisipasi dalam Demo Day ini membantu kami memahami bagaimana menyampaikan nilai keberlanjutan bisnis kepada investor secara lebih terstruktur,” ujar salah satu peserta UMKM (placeholder).
Dari sisi investor, “Kami melihat adanya potensi kuat kolaborasi yang bisa dilakukan bersama program, kami bisa menjadi penghubung untuk potensi mitra kolaborasi kedepannya ”Brianna Losoya-Evora Director Sweef Institute.
Harapan ke Depan Ke depan, LESTARI diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem pembiayaan hijau yang lebih inklusif di Indonesia.
Inisiatif ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara kebutuhan UMKM dan peluang pendanaan berkelanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan akses terhadap pembiayaan hijau dapat semakin terbuka, kapasitas pelaku usaha terus meningkat, serta kebijakan yang dihasilkan semakin responsif terhadap kebutuhan UMKM, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas.
“Kami berharap Demo Day LESTARI hari ini membuka jalan potensi peluang usaha hijau, pendanaan, dan kolaborasi bagi semuanya,” ujar Ranitya Nurlita Koordinator program LESTARI.***
Editor : M.Ridwan