Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Parwata: Dolar Naik Tak Selalu Menjadi Ancaman: Apabila Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Masyarakat Mampu Beradaptasi

Made Dwija Putera • Selasa, 19 Mei 2026 | 07:26 WIB
BERI KAJIAN: Dr. Drs. I Putu Parwata.,MK.,MM selaku Dosen Ekonomi dan Bisnis (MMI) dari Universitas Mahendradatta (Unmar) saat memberikan kajian mikro dan makro dalam kondisi dolar Amerika Serikat naik.
BERI KAJIAN: Dr. Drs. I Putu Parwata.,MK.,MM selaku Dosen Ekonomi dan Bisnis (MMI) dari Universitas Mahendradatta (Unmar) saat memberikan kajian mikro dan makro dalam kondisi dolar Amerika Serikat naik.

DENPASAR , radarbali.jawapos.com - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dinilai memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan pelaku usaha, terutama di sektor UMKM, perdagangan, pariwisata, hingga rumah tangga.

Dr. Drs. I Putu Parwata.,MK.,MM selaku Dosen Ekonomi dan Bisnis (MMI) dari Universitas Mahendradatta (Unmar) menyampaikan bahwa dalam kondisi dolar naik, diperlukan kebijakan mikro yang mampu membantu masyarakat dan pelaku usaha tetap bertahan dan berkembang.

Menurutnya, jika kebijakan makro berfokus pada stabilitas ekonomi nasional, maka kebijakan mikro lebih menitikberatkan pada kemampuan masyarakat dalam beradaptasi menghadapi perubahan ekonomi global.

”Pelaku usaha harus mulai meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi pemborosan, dan mengontrol biaya produksi agar tetap kompetitif,” ujarnya dalam kajian ekonomi terkait kondisi penguatan dolar terhadap rupiah.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan produk lokal, khususnya di sektor hotel, restoran, villa, dan UMKM.

Langkah tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas biaya sekaligus membantu perputaran ekonomi daerah.

Selain itu, penyesuaian harga secara bijaksana juga menjadi perhatian utama.

Pelaku usaha diminta menjaga keseimbangan antara keuntungan usaha dan daya beli masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan sehat.

Di era digital saat ini, pemasaran online disebut menjadi strategi penting dalam memperluas pasar.

Pemanfaatan media sosial, marketplace, Google Maps, hingga influencer dapat membantu pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang lebih efisien.

Tidak hanya itu, diversifikasi sumber pendapatan juga dinilai penting agar usaha lebih tahan terhadap perubahan ekonomi dan fluktuasi pasar.

Dalam kajiannya, polisiti PDIP asal Dalung, Kuta Utara ini juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan terhadap UMKM melalui bantuan modal, subsidi bunga ringan, serta pelatihan digital.

Khusus untuk Bali mau pun Badung, penguatan pariwisata berkualitas menjadi salah satu strategi utama menghadapi gejolak ekonomi global. 

Peningkatan kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, dan pengembangan wisata premium dinilai mampu menjaga daya tarik wisata Bali di pasar internasional. 

”Selain sektor usaha, masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan mengurangi pengeluaran yang tidak penting dan meningkatkan budaya menabung,” jelas Ketua BK DPRD Badung ini.

Kemudian dari sisi ekonomi makro, Bank Indonesia perlu menjaga cadangan devisa, mengontrol inflasi, menjaga suku bunga, serta memperkuat ekspor dan pariwisata.

Mendorong pariwisata dan ekspor, sebab naiknya dolar memberikan peluang besar bagi sektor pariwisata dan ekspor Indonesia karena wisatawan asing lebih murah berkunjung ke Indonesia.

Indonesia perlu memperkuat pangan lokal, energi lokal, dan industri dalam negeri agar tidak terlalu tergantung pada impor. 

”Saat dolar naik, ancaman terbesar adalah inflasi dan turunnya daya beli masyarakat. Namun peluang terbesar adalah peningkatan ekspor dan pariwisata.

Oleh sebab itu, Indonesia perlu memperkuat produksi lokal, pariwisata berkualitas, investasi produktif, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daerah,” pungkasnya.

Editor : Rosihan Anwar
#dolar naik #putu parwata