Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rupiah Melemah dan Geopolitik Kacau, CEO Tokocrypto Sebut Justru Momentum Tepat Serok Bitcoin

Marsellus Pampur • Senin, 25 Mei 2026 | 10:11 WIB
BEBERKAN PLUS MINUS : CEO Tokocrypto, Calvin Kizana di sela acara Bitcoin Pizza Day, di Kerobokan, Kuta Utara, Badung.( Foto:  Marsellus Pampur)
BEBERKAN PLUS MINUS : CEO Tokocrypto, Calvin Kizana di sela acara Bitcoin Pizza Day, di Kerobokan, Kuta Utara, Badung.( Foto: Marsellus Pampur)

MANGUPURA, Radar Bali.id – Pamor Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi digital tampaknya belum pudar di mata masyarakat. Saban tahun, jumlah investor yang adu nasib di pasar kripto terus melonjak tajam.

Apalagi di Indonesia, ekosistem aset digital ini kian mapan lantaran berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kendati demikian, pasar kripto saat ini tak menampik adanya tekanan hebat akibat tensi geopolitik global yang kian memanas.

Efek domino melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini pun langsung dirasakan pasar kripto. Sempat mencetak rekor fantastis dengan menyentuh angka USD 80 ribu per koin pada awal Mei 2026, harga si "emas digital" ini sempat melorot ke kisaran USD 66 ribu hingga USD 70 ribu.

Untungnya, belakangan ini harga Bitcoin mulai merangkak naik dan anteng di level USD 74 ribu hingga USD 75 ribu per koin.

Hal tersebut dibeberkan langsung oleh CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, di sela-sela kemeriahan acara Bitcoin Pizza Day yang digelar di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Minggu (24/5) malam.

“Risikonya pasti ada. Dengan pergerakan dolar yang semakin perkasa dan inflasi yang merangkak naik, semua investor pasti berpikir ulang. Dampak ini sebenarnya tidak hanya memukul kripto, tapi juga instrumen investasi lainnya,” ungkap Calvin di hadapan awak media.

Meski pasar sedang bergejolak, Calvin menilai posisi harga Bitcoin yang saat ini nangkring di level USD 75 ribu justru menjadi momentum emas bagi para investor untuk melakukan aksi beli alias "serok bawah".

Ia sangat optimistis bahwa dalam jangka panjang, value Bitcoin akan terus meroket. Buktinya tak main-main, jika ditarik garis sejak sepuluh tahun lalu, nilai Bitcoin sudah melesat hingga 124 kali lipat melampaui pertumbuhan instrumen investasi konvensional lainnya.

Seiring meroketnya nilai aset, basis pengguna pun ikut gemuk. Di momen perayaan Bitcoin Pizza Day yang bertepatan dengan pencapaian internal Tokocrypto, platform ini mencatat lonjakan pengguna aktif (active users) hingga 75 persen.

Angka ini menjadi bukti sahih bahwa tingkat kepercayaan masyarakat domestik terhadap platform kripto lokal yang aman dan regulatif kian tebal.

“Pencapaian tembus 5 juta pengguna ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kami. Ini bukan sekadar pamer angka statistik, melainkan cerminan kepercayaan besar masyarakat Indonesia terhadap platform lokal yang aman, tepercaya, dan konsisten memberikan edukasi yang bertanggung jawab,” imbuh Calvin.

Calvin menegaskan, edukasi menjadi kunci utama agar adopsi kripto di tanah air berjalan sehat dan tidak sekadar ikut-ikutan tren fomo. Di tengah derasnya arus teknologi, masyarakat wajib paham bahwa aset digital bukan cuma perkara naik-turun harga di monitor, melainkan ada fundamental teknologi dan risiko yang harus dikelola dengan bijak.

“Melalui perayaan seperti Bitcoin Pizza Day ini, kami ingin membumikan kripto lewat cara yang santai dan dekat dengan keseharian. Kami ingin tunjukkan bahwa kripto itu tidak njlimet. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat bisa melihat potensi sekaligus memitigasi risikonya secara bertanggung jawab,” pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#geo politik #ekonomi makro #Ekonomi Global 2026 #ojk #bitcoin