Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga BBM Diesel Melonjak, Cek Harga BBM Pertamina dan Swasta Hari Ini 30 Mei 2026

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:03 WIB
ilustrasi pengisian BBM kendaraan di SPBU. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi pengisian BBM kendaraan di SPBU. (gambar digital gemini/radar bali)

 

RADAR BALI - Dinamika harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah kembali membayangi pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air.

Memasuki akhir Mei 2026, para pemilik kendaraan, khususnya yang mengandalkan mesin diesel nonsubsidi, harus merogoh kocek lebih dalam akibat lonjakan harga yang cukup signifikan. Sebaliknya, lini produk bensin cenderung bergerak lebih tenang dan stabil.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai peta perubahan harga BBM per akhir Mei 2026, lengkap dengan rincian persentase kenaikannya di wilayah Jawa dan Bali.

BBM Bersubsidi Tidak Naik

Bagi sebagian besar masyarakat, kabar baik datang dari sektor jaminan sosial energi. Pemerintah memilih untuk mempertahankan harga produk subsidi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pertalite (RON 90) tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter.

Biosolar (CN 48) tidak mengalami perubahan dan konsisten dijual Rp 6.800 per liter.

Dengan kebijakan ini, persentase kenaikan untuk lini BBM bersubsidi tercatat 0%.

Kondisi serupa juga terjadi pada produk bensin nonsubsidi yang paling banyak dikonsumsi, yakni Pertamax (RON 92). Pertamina memutuskan untuk mengunci harganya di angka Rp 12.300 per liter, diikuti oleh varian Pertamax Green 95 yang ajek di posisi Rp 12.900 per liter.

BBM Nonsubsidi Pertamina Melonjak

Ketenangan di lini bensin kelas menengah tidak menular ke varian high-end dan produk diesel nonsubsidi Pertamina. Dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat memicu gejolak pasar minyak dunia langsung diadopsi pada penyesuaian tarif berkala pertengahan bulan ini.

Varian bensin premium Pertamax Turbo (RON 98) merangkak naik menjadi Rp 19.900 per liter dari harga sebelumnya Rp 19.400. Kenaikan sebesar Rp 500 ini setara dengan pertumbuhan sebesar 2,58%.

Namun, lonjakan yang benar-benar dirasakan oleh pelaku industri dan pengguna kendaraan niaga terjadi di sektor bahan bakar diesel:

Dexlite: Melambung cukup tinggi dari harga lama Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26.000 per liter. Artinya, ada kenaikan sebesar Rp 2.400 per liter atau melonjak 10,17%.

Pertamina Dex: Mengikuti tren yang sama, produk diesel premium ini melonjak dari Rp 23.900 per liter menjadi Rp 27.900 per liter. Kenaikan Rp 4.000 per liter ini mencatatkan persentase pertumbuhan tertinggi di kubu Pertamina, yakni sebesar 16,74%.

Perang Tarif di SPBU Swasta

Sektor swasta menyajikan strategi yang tidak kalah agresif, bahkan mencatatkan angka koreksi yang cukup ekstrem pada lini produk tertentu.

Untuk produk bensin RON 92, persaingan harga berjalan sangat ketat dan seragam. Shell Super, BP 92, dan Vivo Revvo 92 kompak mematok harga Rp 12.390 per liter, hanya selisih tipis di atas Pertamax.

Kondisi kontras justru terlihat jelas pada pergerakan harga bahan bakar diesel swasta:

Vivo (Diesel Primus): Menjadi sorotan utama setelah melakukan penyesuaian harga yang sangat ekstrem. Dari tarif lama yang berada di kisaran Rp 14.160 per liter, harganya meroket tajam ke angka Rp 30.890 per liter. Varian ini mencatatkan rekor lonjakan hingga 118,15%.

BP-AKR (BP Ultimate Diesel): Sempat menyentuh angka Rp 30.890 di awal bulan, badan usaha ini mengambil langkah taktis dengan memangkas harganya menjadi Rp 29.890 per liter menjelang akhir bulan.

Jika dihitung dari basis harga bulan sebelumnya yang berada di angka Rp 25.560 per liter, produk diesel andalan BP ini masih mencatatkan kenaikan bersih sebesar 16,94%.

Shell Indonesia: Setelah sempat didera isu keterbatasan pasokan sejak awal tahun, Shell kembali mengaktifkan lini Shell V-Power Diesel di sejumlah kota besar dengan banderol Rp 30.890 per liter, ikut mengunci posisi tarif tinggi di segmen solar nonsubsidi.

Seluruh rincian harga di atas berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali. Untuk wilayah di luar cakupan tersebut, nominal harga dapat bervariasi bergantung pada besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Harga BBM Mei 2026 #BBM Pertamina Swasta #Harga Diesel Non Subsidi #Tarif Pertamax Hari Ini #Kenaikan harga BBM