RADAR BALI – Tekanan inflasi pada komoditas pangan mulai membayangi Pulau Dewata pada awal Juni 2026 menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Harga sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, aneka cabai dan bawang, telur, daging ayam, daging babi, serta perlengkapan ritual keagamaan mulai mengalami kenaikan.
Dari sekian banyak komoditas, daging babi menjadi yang paling disorot akibat lonjakan harga yang cukup signifikan. Minimnya populasi siap potong di tingkat peternak imbas dari penyebaran penyakit pada periode sebelumnya menjadi akar persoalan.
Berdasarkan data sistem informasi pangan (Sigapura Pemprov Bali):
Daging babi di Kabupaten Tabanan menyentuhRp 95.000 per kilogram, bahkan di kawasan Karangasem, harganya sudah menembus angka psikologis Rp100.000 per kilogram dan diprediksi terus naik hingga hari penampahan.
Cabai rawit merah mengalami gejolak di kawasan urban seperti Denpasar dan Badung dengan rentang harga Rp 79.900 hingga Rp 84.300 per kilogram.
Bawang merah di pasar tradisional Gianyar dan Denpasar, harganya melesat ke angka Rp 47.600 sampai Rp 51.300 per kilogram.
Cabai merah besar bertengger di kisaran Rp 53.000 - Rp 55.054 per kilogram, bawang putih stabil pada angka Rp31.000 - Rp31.965 per kilogram, sedangkan daging ayam ras berada di rentang Rp36.111 - Rp40.700 per kilogram.
Peta Pergerakan Harga Beras
Pergerakan harga beras di pasar domestik relatif lebih terkendali berkat guyuran pasokan beras SPHP dari gudang Bulog.
Saat ini, beras SPHP dipatok dengan harga Rp 11.588 per kilogram, sedangkan untuk kelas di atasnya, seperti beras premium dilepas Rp 15.533 per kilogram dan beras super I menyentuh angka Rp 15.820 per kilogram.
Untuk kategori beras medium, banderol harga di lapangan sangat bergantung pada pemetaan wilayahnya.
Kabupaten Tabanan dan Buleleng mencatatkan angka tertinggi di Bali dengan harga bertahan di Rp 15.000 per kilogram.
Wilayah Kabupaten Badung membuntuti di kisaran Rp 14.867 per kilogram, disusul Kota Denpasar sebesar Rp 14.150 per kilogram, dan Kabupaten Klungkung menjadi yang terendah dengan harga stabil di angka Rp14.100 per kilogram.
Operasi Pasar Menyasar Titik Rawan
Sebagai solusi konkret dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat kecil, pemerintah daerah telah menyusun jadwal operasi pasar murah.
Skema ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat konsumsi tinggi atau area yang mengalami tekanan inflasi paling parah.
9 Juni 2026: Bertempat di kawasan Kesiman Petilan, Denpasar.
23 Juni 2026: Menyasar wilayah Tulikup, Gianyar.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi katup penyelamat bagi perekonomian warga Bali, sehingga prosesi hari raya dapat berjalan khidmat tanpa terbebani oleh tingginya biaya kebutuhan pokok.***
Editor : Ibnu Yunianto